Buligir, Pendukung Hikmat Kurnia - Rayakan Kemenagan Memimpin IKA Unpad 2016 – 2019

Ika Unpad1

DestinasiaNews – Akhirnya, momen yang ditunggu setelah pada 17 April 2016 di Balai Santika Kampus Unpad, Jatinangor Sumedang, pemilihan Ketua IKA 2016 – 2019 pengganti Sapta Nirwandar berakhir “buntu”. Yang “buntu” itu tersebab, “kemelut” selisih ll suara tidak sah. Kala itu di Kampus Unpad Jatinangor, Hikmat Kurnia, CEO Agromedo Group, beroleh suara 546, sementara Yuddy Chrisnandi, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mendulang suara 530, dan Doli beroleh suara 455.

“Pangkal kemelut minggu lalu itu ya ada di 11 suara tidak sah”, kata Maman, alumni Fakultas Ekonomi 1985. Maman mengatakan ini, satu jam sebelum akhirnya Hikmat Kurnia dikukuhkan di Sekertariat IKA Unpad Bumi Padjajaran Jl. Singaperbangsa Kampus Unpad Dipatiukur Bandung pada Sabtu sore, 23 April 2016.

Menurut Eka Santosa, pimpinan sidang “Mubes Lanjutan IKA Unpad” di Sekertariat IKA Unpad Bumi Padjadjaran, setelah perwakilan dari komisariat dan formatur memperoleh kesepakatan, ditambah dengan hadirnya “Surat Pernyataan” resmi dari Yuddy Chrisnandi selaku alumni Fakultas Ekonomi Unpad angkatan 1986: “Secara legowo Yuddy mempersilahkan Hikmat Kurnia menjadi Ketua Umum IKA Unpad, ini suratnya”, kata Eka Santosa sambil memperlihatkan secarik surat bermeterai.

ika unpad6

Surat Yuddy Chrisnandi intinya memuat tiga poin: 1. Setidaknya untuk dua tahun ke depan tidak bersedia menjadi Ketua Umum IKA Unpad dikarenakan masih mengemban tugas sebagai pembantu Presiden. 2. Bersimpati kepada Saudara Hikmat Kurnia yang telah mengajukan diri menjadi calon Ketua Umum IKA Unpad, dan memberi kesempatan untuk mengabdi pada organisasi ini. 3 Berlandaskan semangat “Hayu Ngahiji” dirinya siap membantu dan mengabdi bagi kemajuan almamater Unpad, tanpa harus duduk dalam struktur organisasi IKA Unpad.

“Ini keputusan musyawarah mufakat yang sangat egeliter dari adik saya Yuddy Chrisnandi. Tokh, pengabdian kami ini muaranya hanya satu - memajukan Unpad menuju universitas yang berkelas dunia”, ujar Sapta Nirwandar, Ketua Umum IKA Unpad terdahulu yang juga mantan Wakil Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif pada era SBY.

Buligir dan Sapu Lidi

Ika Unpad2

Tak pelak keputusan Hikmat Kurnia menjadi Ketua Umum, sore itu (23/4/2016) di Sekertariat IKA Unpad Bumi Padjadjaran disambut gegap-gempita oleh puluhan pendukungnya. “Ayo buligir, pidato pake sapu lidi, ayo segera segera ...”, pinta puluhan pendukungnya yang kini berbaur bersama kubu Yuddy dan Doli.

Hikmat Kurnia dalam sambutannya sambil diapit rekan-rekannya yang buligir sambil memegang sapu lidi:”Ini yang pertama setelah jadi Ketua Umum. Terima kasih kepada semua rekan yang telah mendukung pencalonan, hingga berhasil. Ke depan dengan semangat Hayu Ngahiji, mari kita raih lembaga akademis di Jawa Barat ini menjadi lembaga yang berkelas dunia...”. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Mahasiswa “SEALS 2016” Pertajam Visi & Misi Gerakan Hejo Bersama Eka Santosa

Seals3

DestinasiaNews – Sesuai kesepakatan antara panitia Southesat Asia Leader Summit (SEALS) 2016 di Aula Julang Ngapak, Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa (21/4/2016) di Pasir Impun Kabupaten Bandung, setelah siangnya Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo mendedarkan visi dan misi gerakannya – 57 peserta mahasiswa seluruh Nusantara, ingin memperpanjang kupasannya! “Ini yang kami cari, pencerahan bagi generasi muda. Biar ada bekal setelah pulang ke Makassar”, ujar Ramli Tamrin, mahasiswa Universitas Negeri Makasar yang diamini rekannya Intan Destia Helmi yang mewakili Universitas Syiah Kuala – Aceh.

 

Malamnya apa yang diminta oleh ke 57 mahasiswa terpilih dari lomba essay yang diselenggarakan oleh The Institute of Democracy and Education (IDE), kembali mengupas lebih mendalam. “Sudah ya, sekarang silahkan beristirahat, besok kan kita masih akan menyimak banyak nara sumber lain”, demikian kata Fahadil Amin, Ketua Pelaksana SEALS 2016. Fahadil mengatakan ini, usai Eka Santosa sekitar 110 menit-an pada pukul 23.00 WIB, mengakhiri diskusinya. Namun apa lacur, hampir seluruh peserta seakan tak mau beranjak dari lesehan di malam hari di aula Julang Ngapak. “Teruskan, teruskan...”, seru peserta yang malah merangsek duduk sila-nya lebih dekat ke Eka Santosa. “Ya, mari kita lebih santai atuh berdiskusinya, tanpa microphone ya..?”, kata Eka Santosa dengan dengan nada someah.

 

Pantauan destinasianews materi yang didiskusikan kala itu selain tentang Gerakan Hejo, juga membahas topik terakhir di tingkat nasional dan regional, termasuk persoalan reklamasi pantai di Jakarta Utara. “Memang kalau soal reklamasi ini, perijinannya selalu tumpang tindih. Makanya harus benar dulu kajian dan ijinnya”, seru beberapa peserta yang cukup cermat mereka mengamatinya. “Otonomi daerah, ada juga yang kebablasan di daerah saya”, timpal beberapa mahasiswa yang berasal dari luar pulau Jawa.

 

Menurut Fahadil, antusiasme para peserta SEALS 2016 mengkaji materi yang dikemukakan Eka Santosa, diluar dugaan pihaknya. “Kami berterima kasih atas peneriaam Kang Eka. Untuk pelatihan lainnya, kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, akan menjadi lokasi prioritas kami”. (HS/SA/dtn)

Baca juga : Seru Euy, Eka Santosa Ketum Gerakan Hejo, Diserbu Seribu Tanya Peserta SEALS 2016

Add a comment

Seru Euy, Eka Santosa Ketum Gerakan Hejo, Diserbu Seribu Tanya Peserta SEALS 2016

Seals PI

DestinasiaNews – Sebanyak 57 mahasiswa se-Nusantara peserta Southeast Asia Leaders Summit (SEALS) 2016 di aula Julang Ngapak, Kawasan Eka Wisata dan Budaya Alam Santosa (21/4/2016), Pasir Impun Kabupaten Bandung, “super agresif” menyerbu Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo – mengklarifikasi materi paparan Eka ! Gerangannya, paparan Eka selama 120-an menit pagi itu, bak menghipnotis peserta SEALS. Konteks dan konten paparan Eka mengupas - “Pentingnya Membangkitkan Kesadaran Nilai dan Budaya Bangsa, melalui Keberadaan Masyarakat Adat di Indonesia yang Selama ini Terabaikan”.

 

 “Masyarakat adat itu akar budaya bangsa. Bukan malah berusaha dihilangkan. Lihat Jepang, China, Korea, dan Vietnam. Identitas bangsa-bangsa itu, makin kuat dalam kemoderannya. Rahasianya ? Mereka tetap kukuh pada akar budayanya. Tidak sebaliknya, modern pun tidak, sadar tradisi pun tidak?! Malah keberadaan masyarakat adat kita dengan kearifan lokalnya, justru digerus”, jelas Eka dalam salah satu paparannya.

 

 Yang dimaksud “seribu tanya” itu datang dari para mahasiswa pilihan – dari ratusan peserta lomba essay tentang kepemimpinan dan kewirausahaan yang diorganisir The Institute of Democracy and Education (IDE). Ragam dan keluasan lontaran pertanyan mereka sangat mendalam dan menukik. Seputar pertanyaan itu, meliputi : Apa yang terjadi dengan peristiwa G 30 S PKI, versi manakah yang mendekati kebenaran ? Marhaenisme itu apa? Orde Baru itu, esensinya apa? Hutan di daerah saya (Sumatera Utara – red) banyak yang rusak oleh kalangan tertentu dibuat industrialisasi yang tak ramah lingkungan, sikap dan tindakan kita ? Integritas pemimpin bangsa kita sebaiknya berbasis apa? Kegiatan ekonomi berbasis lingkungan di Kalimantan Tengah, idealnya seperti apa? Pelunturan nilai budaya, sangat saya rasakan di Provinsi Banten, mengapa? Provinsi Banten memisahkan diri dari Jawa Barat, apa sebab ?

 

Diperpanjang

 

Nah, itu tadi sedikit contoh pertanyaan peserta SEALS 2016 yang mengakibatkan “jam paparan Eka” diperpanjang. “Nanti malam kita teruskan bincang-bincang dengan Kang Eka”, kata Fahadil Amin Al Hasan, Ketua Pelaksana SEALS 2016.

 

 “Wow, setuju kalau begitu ...”, serempak seluruh peserta mereaksi tambahan jam untuk Eka. “Beruntung di Alam Santosa waktunya fleksibel, bisa ada tambahan jam”, tambah Hasan Basri, Ketua Harian IDE yang terheran-heran atas antusiasme peserta kepada Eka Santosa.  

 

Menurut Fahadil, training camp  (TC) ini berlangsung 4 hari di Alam Santosa (21 – 24 April 2016). TC ini berlangsung atas kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Manajemen UNIKOM Bandung, Himpunan Mahasiswa Rusia UNPAD, dan UIN Bandung, temanya: Contribution of Youth to Development of Social Capital Through Leadership and Entrepreneur.

 

”Sebelumnya pada 20 April 2016, di Aula Graha Sanusi Hardjadinata, UNPAD Bandung para peserta mengikuti  sesi  tersendiri. Salah satu pembicaranya Ridwan Kamil, Walikota Bandung, bersama istrinya Atalia Kamil”, tambah Fahadil.

 

Tokoh lain, pembicara di Aula Graha Sanusi Hardjadinata UNPAD Bandung, di antaranya: Ketua Komisi  IX DPR RI Yusuf Macan Effendi, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Sodik Mudjahid, Ketua Komisi I Fachrul Razi, Anggota DPD RI Oni Suwarman, Angota Komisi I DPR RI Eni Sumarni, Pelaku Industri Kreatif Gita Gutawa, Founder Tokopedia William Tanuwijaya, Head of HRD Manulife Ardi Lutfi Siregar, dan CEO Jobsmart.com Peter Wijaya.

Kepada destinasianews ada pengakuan terus terang dari beberapa peserta SEALS 2016:”Pokoknya, paparan Kang Eka dengan program Gerakan Hejo paling top lah buat kami. Makanya, jamnya diperpanjang. Ini yang bikin kami senang, dan seru euy ...”, ungkap Abdurahman Ahmad (STTD Bekasi), yang diamini Maribi Dwi Putri Citrarasmi (UPI), Muti Karimah (USU), Phusvita Syafaryah , serta Putri Chandrika Kinanti (UNSRI ).
(HS/dtn) 

Baca juga : Mahasiswa “SEALS 2016” Pertajam Visi & Misi Gerakan Hejo Bersama Eka Santosa

Add a comment

Panglima TNI : Waspadai Adu Domba TNI – Polri

rakernis brimob

Destinasianews - Inti kekuatan bangsa Indonesia adalah TNI dan Polri, apabila salah satu dilemahkan maka bangsa Indonesia akan terganggu Stabilitas Nasionalnya dan itu sudah diserang terus-menerus oleh tangan-tangan yang tidak terlihat untuk menghancurkan bangsa kita. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada saat memberi pembekalan di Rakernis Korps Brimob Polri Tahun 2016 di Aula Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Lebih lanjut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan agar TNI dan Polri jangan mau di adu domba dan meningkatkan kewaspadaan. Terutama untuk terus menjaga kesatuan antara aparat negara. Jangan sampai ada yang merusak hubungan TNI dan Polri. Kalau TNI dan Polri pecah, maka hancurlah bangsa ini. Tidak ada lagi pilar penyangga keamanan dan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada pembekalan yang bertajuk “Memahami ancaman, menyadari Jati diri Sebagai Modal Membangun Menuju Indonesia Emas”, Panglima TNI mengingatkan kepada peserta Rakernis Brimob mengenai ancaman yang sedang dan akan dihadapi bangsa Indonesia, melalui Proxy War. Ancaman tersebut telah melanda setiap lini kehidupan berbangsa, bernegara bahkan ditengah kehidupan keluarga.

Rakernis brimob 2 edit

“Konkrit ancaman tersebut seperti demo anarkis buruh perusahaan, tawuran pelajar dan mahasiswa, penyalahgunaan narkoba, memecah belah TNI-Polri, memecah belah Parpol, rekayasa sosial yang memanfaatkan media,” jelas Panglima TNI.

“Semua kejadian itu dirancang dan dikendalikan oleh pihak yang tidak kelihatan dengan memanfaatkan orang dalam, sehingga tanpa disadari bangsa Indonesia sedang menuju kehancuran,” ujar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Diakhir pembekalannya, Panglima TNI menyampaikan 5 (lima) pesan peserta Rakernis Brimob, antara lain: dalam menjalankan amanah diharuskan menebarkan salam, jalin silaturahmi, saling menasehati, perbanyak kebajikan, dan cegah segala bentuk kemungkaran.

Rakernis Korps Brimob diikuti 200 peserta antara lain Dansat Brimobda, Danmen, dan Danyon Brimob dari seluruh Indonesia dilaksanakan dari tanggal 14 s.d. 16 Maret 2016 di Mako Brimob Kelapa Dua.

Hadir pada Apel tersebut antara lain, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Danjen Kopassus Mayjen TNI Herindra, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Buyung Lelono, dan Dankor Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail.(IM/dtn) ****

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Maman Cawabup KBB no 1, Bersilaturahmi Dengan Para Ustadz

Maman Cawabup KBB no 1, Bersilaturahmi Dengan Para Ustadz

destinasiaNews - Dalam mempererat silaturahmi dengan kalangan ustadz dan ulama, calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) nomor 1 yang...

Ihwal Blekok Bandung (2): Kang Emil Belum Menengok

Ihwal Blekok Bandung (2): Kang Emil Belum Menengok

DestinasiaNews - Nah, perkiraan pertanyaan “iseng” lainnya masih ala Diego ke Ujang Safaat, Ketua RW setempat Ujang Safaat yang sehari-hari...

Ihwal Blekok Bandung (1): Kang Emil Belum Menengok

Ihwal Blekok Bandung (1): Kang Emil Belum Menengok

destinasiaNews – Terinsipirasi serial film travelling yang mendunia bertajuk Don’t Tell My Mother (Ulah bebeja ka Indung kuring). Film ini...

RTH Kota Bandung Intentensif Dibahas Eka Santosa & Oded di Pasir Impun - Benahi, Tata Ruang !

RTH Kota Bandung Intentensif Dibahas Eka Santosa & Oded di Pasir Impun - Benahi, Tata Ruang !

destinasiaNews -  Oded M Danial, Wakil Walikota Bandung disela-sela cuti sehubungan pencalonan Pilwalkot  pada Pilwalkot 2018 - 2023 yang berpasangan...

Maman Cawabup KBB no 1 Bertemu Jamaah Pengajian, Ini Keluhan jamaah Kepada Paslon EMAS

Maman Cawabup KBB no 1 Bertemu Jamaah Pengajian, Ini Keluhan jamaah Kepada Paslon EMAS

destinasiaNews - Sudah dua pekan berlalu Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) paket Paslon EMAS (Elin - Maman) blusukan,...

Pengunjung

01844408
Hari ini
Kemarin
1129
1102