Enjang Mulyana, di Kursus Dinas Staf Yon XI UPI - Sikapi Kepemimpinan Menwa Mahawarman

KSD2

DestinasiaNewsKembali, di Markas Komando Menwa Yon XI UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, disibukkan dengan kegiatan Kursus Dinas Staf yang berlangsung selama tujuh hari penuh (18 – 24/4/2016). Khusus Sabtu malam (23/4/2016) Dr. Enjang Mulyana, Msi, Ketua Korps Menwa Yon XI memberikan materi bertemakan Peran Menwa dalam Pembinaan Komunikasi Internal maupun Eksternal dengan Masyarakat Luas. 

Cakupan materi yang disampaikan Enjang Mulyana yang juga akrab disapa Pae, meliputi: Konteks dan Konten Kepemimpinan, Serta Strategi Penyikapannya. “Saya terkesan dengan respon positif para siswa. Mereka begitu tanggap akan perannya sebagai insan akademis. Tadinya, hanya sebagian materi saya kupas. Kenyataannya, mereka mengajak berdiskusi dengan intens. Ini menyenangkan bagi saya”.

Kursus Dinas Staf (KDS) ini diikuti 21 peserta. Mereka terdiri atas anggota muda dan remaja Menwa Yon XI UPI angkatan 44. “Sudah terasa ada signifikansi, berupa pemahaman Panca Dharma Satya Resimen Mahasiswa Indonesia. Terbukti, mereka semakin intens mendiskusikan dan mengimplementasikan nilai-nilai dalam kehidupan akademis, juga kala bermasyarakat”, jelas Urai Ramadhani, Danyon Menwa Yon XI UPI.

Pemateri kedua usai Enjang Mulyana, pada malam itu hadir Drs. Harisman, yang mengupas tentang jurnalisme di lingkungan Menwa dan umum. “Ini sesuai dengan bidang saya sehari-hari, disamping sebagai kontraktor dan menggeluti dunia interior”. Sebelum Harisman, pada petang harinya Utami Dewi Nastiti, Wadan Menwa Yon XI UPI 2009 – 2011, dalam KDS ini memberikan materi “Kartini Masa Kini”. “Saya senang berbagi dengan adik-adik junior ini”.

Mako Baru

Pengamatan destinasiaNews, ada hal yang baru menyangkut keberadaan Markas Komando (Mako) Korps Menwa Yon XI Mahawarman. Faktanya sejak Januari 2016 lalu, telah memiliki Mako baru di pinggir Jalan Dr. Setiabudhi – seberang the Salis Hotel. Mako baru ini kondisinya lebih lapang dengan luas lahan sekitar 2.500 M2. “Ini makin memudahkan mereka melakukan kegiatan harian secara mandiri. Buktinya, mereka bisa melakukan KDS di Mako, karena ruangnnya cukup memadai. Yang belum beres adalah sebagian lahan di belakang”, papar Ilham Fauzi, Mantan Dan Yon Menwa Yon XI UPI 2015 - 2016.

Sementara itu Harisman yang sehari-hari berprofesi sebagai kontraktor, malam hari itu menunjukkan progres pemberesan lahan di belakang Mako yang baru dirapikan buldozer. “Nah, lapangan ini sangat cocok untuk kita beraktivitas. Malahan untuk sarana lapangan tembak pun bisa (air soft gun – red)”, tutup Enjang Mulyana, yang sehari-hari masih menjabat sebagai sebagai Sekertaris Dishub Kota Bandung. “Pelan-pelanlah, bertahap lapangan kecil di belakang Mako ini kita benahi. Respon dari para senior untuk membenahinya sudah makin banyak nih”. (HS/Ayu/Evy/Hendrik /dtn).

Add a comment

Buligir, Pendukung Hikmat Kurnia - Rayakan Kemenagan Memimpin IKA Unpad 2016 – 2019

Ika Unpad1

DestinasiaNews – Akhirnya, momen yang ditunggu setelah pada 17 April 2016 di Balai Santika Kampus Unpad, Jatinangor Sumedang, pemilihan Ketua IKA 2016 – 2019 pengganti Sapta Nirwandar berakhir “buntu”. Yang “buntu” itu tersebab, “kemelut” selisih ll suara tidak sah. Kala itu di Kampus Unpad Jatinangor, Hikmat Kurnia, CEO Agromedo Group, beroleh suara 546, sementara Yuddy Chrisnandi, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mendulang suara 530, dan Doli beroleh suara 455.

“Pangkal kemelut minggu lalu itu ya ada di 11 suara tidak sah”, kata Maman, alumni Fakultas Ekonomi 1985. Maman mengatakan ini, satu jam sebelum akhirnya Hikmat Kurnia dikukuhkan di Sekertariat IKA Unpad Bumi Padjajaran Jl. Singaperbangsa Kampus Unpad Dipatiukur Bandung pada Sabtu sore, 23 April 2016.

Menurut Eka Santosa, pimpinan sidang “Mubes Lanjutan IKA Unpad” di Sekertariat IKA Unpad Bumi Padjadjaran, setelah perwakilan dari komisariat dan formatur memperoleh kesepakatan, ditambah dengan hadirnya “Surat Pernyataan” resmi dari Yuddy Chrisnandi selaku alumni Fakultas Ekonomi Unpad angkatan 1986: “Secara legowo Yuddy mempersilahkan Hikmat Kurnia menjadi Ketua Umum IKA Unpad, ini suratnya”, kata Eka Santosa sambil memperlihatkan secarik surat bermeterai.

ika unpad6

Surat Yuddy Chrisnandi intinya memuat tiga poin: 1. Setidaknya untuk dua tahun ke depan tidak bersedia menjadi Ketua Umum IKA Unpad dikarenakan masih mengemban tugas sebagai pembantu Presiden. 2. Bersimpati kepada Saudara Hikmat Kurnia yang telah mengajukan diri menjadi calon Ketua Umum IKA Unpad, dan memberi kesempatan untuk mengabdi pada organisasi ini. 3 Berlandaskan semangat “Hayu Ngahiji” dirinya siap membantu dan mengabdi bagi kemajuan almamater Unpad, tanpa harus duduk dalam struktur organisasi IKA Unpad.

“Ini keputusan musyawarah mufakat yang sangat egeliter dari adik saya Yuddy Chrisnandi. Tokh, pengabdian kami ini muaranya hanya satu - memajukan Unpad menuju universitas yang berkelas dunia”, ujar Sapta Nirwandar, Ketua Umum IKA Unpad terdahulu yang juga mantan Wakil Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif pada era SBY.

Buligir dan Sapu Lidi

Ika Unpad2

Tak pelak keputusan Hikmat Kurnia menjadi Ketua Umum, sore itu (23/4/2016) di Sekertariat IKA Unpad Bumi Padjadjaran disambut gegap-gempita oleh puluhan pendukungnya. “Ayo buligir, pidato pake sapu lidi, ayo segera segera ...”, pinta puluhan pendukungnya yang kini berbaur bersama kubu Yuddy dan Doli.

Hikmat Kurnia dalam sambutannya sambil diapit rekan-rekannya yang buligir sambil memegang sapu lidi:”Ini yang pertama setelah jadi Ketua Umum. Terima kasih kepada semua rekan yang telah mendukung pencalonan, hingga berhasil. Ke depan dengan semangat Hayu Ngahiji, mari kita raih lembaga akademis di Jawa Barat ini menjadi lembaga yang berkelas dunia...”. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Mahasiswa “SEALS 2016” Pertajam Visi & Misi Gerakan Hejo Bersama Eka Santosa

Seals3

DestinasiaNews – Sesuai kesepakatan antara panitia Southesat Asia Leader Summit (SEALS) 2016 di Aula Julang Ngapak, Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa (21/4/2016) di Pasir Impun Kabupaten Bandung, setelah siangnya Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo mendedarkan visi dan misi gerakannya – 57 peserta mahasiswa seluruh Nusantara, ingin memperpanjang kupasannya! “Ini yang kami cari, pencerahan bagi generasi muda. Biar ada bekal setelah pulang ke Makassar”, ujar Ramli Tamrin, mahasiswa Universitas Negeri Makasar yang diamini rekannya Intan Destia Helmi yang mewakili Universitas Syiah Kuala – Aceh.

 

Malamnya apa yang diminta oleh ke 57 mahasiswa terpilih dari lomba essay yang diselenggarakan oleh The Institute of Democracy and Education (IDE), kembali mengupas lebih mendalam. “Sudah ya, sekarang silahkan beristirahat, besok kan kita masih akan menyimak banyak nara sumber lain”, demikian kata Fahadil Amin, Ketua Pelaksana SEALS 2016. Fahadil mengatakan ini, usai Eka Santosa sekitar 110 menit-an pada pukul 23.00 WIB, mengakhiri diskusinya. Namun apa lacur, hampir seluruh peserta seakan tak mau beranjak dari lesehan di malam hari di aula Julang Ngapak. “Teruskan, teruskan...”, seru peserta yang malah merangsek duduk sila-nya lebih dekat ke Eka Santosa. “Ya, mari kita lebih santai atuh berdiskusinya, tanpa microphone ya..?”, kata Eka Santosa dengan dengan nada someah.

 

Pantauan destinasianews materi yang didiskusikan kala itu selain tentang Gerakan Hejo, juga membahas topik terakhir di tingkat nasional dan regional, termasuk persoalan reklamasi pantai di Jakarta Utara. “Memang kalau soal reklamasi ini, perijinannya selalu tumpang tindih. Makanya harus benar dulu kajian dan ijinnya”, seru beberapa peserta yang cukup cermat mereka mengamatinya. “Otonomi daerah, ada juga yang kebablasan di daerah saya”, timpal beberapa mahasiswa yang berasal dari luar pulau Jawa.

 

Menurut Fahadil, antusiasme para peserta SEALS 2016 mengkaji materi yang dikemukakan Eka Santosa, diluar dugaan pihaknya. “Kami berterima kasih atas peneriaam Kang Eka. Untuk pelatihan lainnya, kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, akan menjadi lokasi prioritas kami”. (HS/SA/dtn)

Baca juga : Seru Euy, Eka Santosa Ketum Gerakan Hejo, Diserbu Seribu Tanya Peserta SEALS 2016

Add a comment

Seru Euy, Eka Santosa Ketum Gerakan Hejo, Diserbu Seribu Tanya Peserta SEALS 2016

Seals PI

DestinasiaNews – Sebanyak 57 mahasiswa se-Nusantara peserta Southeast Asia Leaders Summit (SEALS) 2016 di aula Julang Ngapak, Kawasan Eka Wisata dan Budaya Alam Santosa (21/4/2016), Pasir Impun Kabupaten Bandung, “super agresif” menyerbu Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo – mengklarifikasi materi paparan Eka ! Gerangannya, paparan Eka selama 120-an menit pagi itu, bak menghipnotis peserta SEALS. Konteks dan konten paparan Eka mengupas - “Pentingnya Membangkitkan Kesadaran Nilai dan Budaya Bangsa, melalui Keberadaan Masyarakat Adat di Indonesia yang Selama ini Terabaikan”.

 

 “Masyarakat adat itu akar budaya bangsa. Bukan malah berusaha dihilangkan. Lihat Jepang, China, Korea, dan Vietnam. Identitas bangsa-bangsa itu, makin kuat dalam kemoderannya. Rahasianya ? Mereka tetap kukuh pada akar budayanya. Tidak sebaliknya, modern pun tidak, sadar tradisi pun tidak?! Malah keberadaan masyarakat adat kita dengan kearifan lokalnya, justru digerus”, jelas Eka dalam salah satu paparannya.

 

 Yang dimaksud “seribu tanya” itu datang dari para mahasiswa pilihan – dari ratusan peserta lomba essay tentang kepemimpinan dan kewirausahaan yang diorganisir The Institute of Democracy and Education (IDE). Ragam dan keluasan lontaran pertanyan mereka sangat mendalam dan menukik. Seputar pertanyaan itu, meliputi : Apa yang terjadi dengan peristiwa G 30 S PKI, versi manakah yang mendekati kebenaran ? Marhaenisme itu apa? Orde Baru itu, esensinya apa? Hutan di daerah saya (Sumatera Utara – red) banyak yang rusak oleh kalangan tertentu dibuat industrialisasi yang tak ramah lingkungan, sikap dan tindakan kita ? Integritas pemimpin bangsa kita sebaiknya berbasis apa? Kegiatan ekonomi berbasis lingkungan di Kalimantan Tengah, idealnya seperti apa? Pelunturan nilai budaya, sangat saya rasakan di Provinsi Banten, mengapa? Provinsi Banten memisahkan diri dari Jawa Barat, apa sebab ?

 

Diperpanjang

 

Nah, itu tadi sedikit contoh pertanyaan peserta SEALS 2016 yang mengakibatkan “jam paparan Eka” diperpanjang. “Nanti malam kita teruskan bincang-bincang dengan Kang Eka”, kata Fahadil Amin Al Hasan, Ketua Pelaksana SEALS 2016.

 

 “Wow, setuju kalau begitu ...”, serempak seluruh peserta mereaksi tambahan jam untuk Eka. “Beruntung di Alam Santosa waktunya fleksibel, bisa ada tambahan jam”, tambah Hasan Basri, Ketua Harian IDE yang terheran-heran atas antusiasme peserta kepada Eka Santosa.  

 

Menurut Fahadil, training camp  (TC) ini berlangsung 4 hari di Alam Santosa (21 – 24 April 2016). TC ini berlangsung atas kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Manajemen UNIKOM Bandung, Himpunan Mahasiswa Rusia UNPAD, dan UIN Bandung, temanya: Contribution of Youth to Development of Social Capital Through Leadership and Entrepreneur.

 

”Sebelumnya pada 20 April 2016, di Aula Graha Sanusi Hardjadinata, UNPAD Bandung para peserta mengikuti  sesi  tersendiri. Salah satu pembicaranya Ridwan Kamil, Walikota Bandung, bersama istrinya Atalia Kamil”, tambah Fahadil.

 

Tokoh lain, pembicara di Aula Graha Sanusi Hardjadinata UNPAD Bandung, di antaranya: Ketua Komisi  IX DPR RI Yusuf Macan Effendi, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Sodik Mudjahid, Ketua Komisi I Fachrul Razi, Anggota DPD RI Oni Suwarman, Angota Komisi I DPR RI Eni Sumarni, Pelaku Industri Kreatif Gita Gutawa, Founder Tokopedia William Tanuwijaya, Head of HRD Manulife Ardi Lutfi Siregar, dan CEO Jobsmart.com Peter Wijaya.

Kepada destinasianews ada pengakuan terus terang dari beberapa peserta SEALS 2016:”Pokoknya, paparan Kang Eka dengan program Gerakan Hejo paling top lah buat kami. Makanya, jamnya diperpanjang. Ini yang bikin kami senang, dan seru euy ...”, ungkap Abdurahman Ahmad (STTD Bekasi), yang diamini Maribi Dwi Putri Citrarasmi (UPI), Muti Karimah (USU), Phusvita Syafaryah , serta Putri Chandrika Kinanti (UNSRI ).
(HS/dtn) 

Baca juga : Mahasiswa “SEALS 2016” Pertajam Visi & Misi Gerakan Hejo Bersama Eka Santosa

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Meriahnya Perayaan Hari Ibu di Lapas Perempuan Bandung, Potong Rambut & Tata Rias Gratis dari Para Profesional

Meriahnya Perayaan Hari Ibu di Lapas Perempuan Bandung, Potong Rambut & Tata Rias Gratis dari Para Profesional

DestinasiaNews – Perayaan Hari Ibu yang jatuh setiap 10 Desember. Khusus pada tahun 2018, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II...

Bertemu Koruptor di Pusaran ‘Kanker Stadium 4” – (Parodi, Huahaha ...)

Bertemu Koruptor di Pusaran ‘Kanker Stadium 4” – (Parodi, Huahaha ...)

OPINI Oleh : Harri Safiari destinasiaNews – Absurditas pribadi, sejahat-jahatnya seorang koruptor layaklah ditemui apalagi selama ia masih dipenjara. Ini pegangan...

Rupa-rupa ‘Nyaleg’ di Pileg 2019, Rupanya Huahahaha

Rupa-rupa ‘Nyaleg’ di Pileg 2019, Rupanya Huahahaha

OPINI Oleh: Harri Safiari destinasiaNews – Lolos menjadi calon legislatif atawa caleg, alias ‘nyaleg’ untuk Pemilu 2019, bolehlah disebut sebagai...

Rayakan Malam Pergantian Tahun Ala The Greatest Showman di The Papandayan

Rayakan Malam Pergantian Tahun Ala The Greatest Showman di The Papandayan

 destinasiaNews - Menyambut pergantian tahun baru 2019, The Papandayan menghadirkan pesta malam pergantian tahun bertajuk The Greatest Showman inspired Circus...

Eka Santosa, Tempatkan JIM 2018 Pangandaran, Paduan Pengembangan Olahraga Prestasi dan Destinasi Wisata

Eka Santosa, Tempatkan JIM 2018 Pangandaran, Paduan Pengembangan Olahraga Prestasi dan Destinasi Wisata

Varian multi facet sosok tokoh Jabar Eka Santosa (59), mantan Ketua KONI Jabar (2002 – 2006) yang juga Ketua Forum...

Pengunjung

02867507
Hari ini
Kemarin
1572
2820