Relawan Barka Pendukung Ridwan Kamil ke Pilgub Jabar 2018 – Kumpulkan KTP

BARKA Di Hotel Horison CopydestinasiaNews – Tidak kurang dari seribuan warga Jawa Barat, mewakili dari 27 kota dan kabupaten, Sabtu siang (1/4/2017) di Hotel Horison Jl. Pelajar Pejuang Bandung melangsungkan deklarasi kepada Ridwan Kamil:”Setelah terbentuk sejak awal Maret 2017, sekaranglah kami berkonsolidasi, juga menyamakan persepsi. Kang Emil itu pilihan tepat untuk memimpin Jabar, 5 tahun ke depan,” papar H. Budi Irawan Zaboer, Presiden Barka disela-sela potong tumpeng dan simbolisasi pengumpulan KTP dari anggota Barka (Baraya Ridwan Kamil).

“Target KTP kami hitung dari 27 kabupaten/kota bila melaju melalui jalur independen para relawan Barka sekurangnya mengumpulkan 2.210.000 KTP”, kata Budi Irawan sambil menjelaskan targetnya bisa terkumpul dalam tempo 3 bulan ke depan, masing-masing 25 ribu per kota/kabupaten – “Relawan kami terdaftar saat ini sekitar 17 ribu orang”.

Kala ditanya kemungkinan menggunakan jalur partai, mengingat NasDem pada 19 Maret lalu yang telah mendeklasarikannya ke Pilgub Jabar 2018, hanya memiliki 5 kursi dari persyaratan minimal 20 kursi di DPRD Jabar:”Akan dipertimbangkan jika ada parpol yang berniat bergabung, namun dengan syarat-syarat, tentunya.”

Kala didesak secara terpisah masih di ruangan yang sama di Hotel Horison , kira-kira siapakah pendamping Ridwan Kamil kelak? “Tunggulah nanti tanggal 5 April akan kami umumkan”, ujarnya yang juga tak bersedia mengungkapkan kriterianya, kala diutarakan mengingat tantangan Ridwan Kamil kelak untuk memimpin 27 kota dan kabupaten dengan jumlah penduduk sekitar 45 juta, jauh berbeda dengan memimpin kota Bandung saat ini. (HS/SA)  

Add a comment

HNSI Kab. Karawang Berniat Temui Sekda Jabar – Pesiapkan Pesta Laut di Tangkolak, Sukakerta Cilamaya

DTN HNSI PESTA LAUT CopydestinasiaNews – Kamis pagi, 30 Maret 2017 di Sekertariat DPD HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Jabar di Jl. Dago Pakar Barat No 9B Bandung, ada semacam euphoria. Yang bergairah itu ternyata rombongan DPC HNSI Kabupaten Karawang yang diketuai Jejen Zaenal Mutaqin. Ia ditemani Kepala Desa Tangkolak, Kecamatan Sukakerta Kab. Karawang H. Bukhori S.Pd, dan Ketua Panitia Pesta Laut/Nadran 2017 di kampung dan desanya  pada  1 – 5 April 2017.

”Pokoknya harus ramai dan berkesan. Apalagi Ketum DPP HNSI Pak Yusuf Solichien, Pak Iwa Karniwa Sekda Jabar, Bupati Karawang dan jajarannya dipastikan hadir. Ini luar biasa buat kami”, papar Jejen yang diamini Bukhori dan rekannya.

“Pukul 17.00 sore ini Pak Sekda siap kita temui di rumah dinasnya. Silahkan bila ada yang ingin dikemukakan ke Kang Iwa, terutama untuk kelengkapan kepanitiaan, nanti diungkap saja”, papar H. Nandang Ketua DPD HNSI Jabar selaku tuan rumah yang menerima dengan jajarannya.

Terbetik dalam rapat ini, inginnya usai pesta laut ini harus ada sesuatu yang significant bagi nelayan setempat.”Inginnya, kami punya perbaikan fasilitas bagi ratusan nelayan di tempat kami”, papar Jejen yang mengharapkan perbaikan fasilitas TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Tangkolak, dan pengerukan kali Tangkolak yang kini terkena sedimentasi berat.

“Lebarnya sekitar 40 meter, sekarang dangkal tinggal 30 cm. Dulu dalamnya kali ini 2 meteran. Mohon dikeruk, biar bisa digunakan lagi”, seru Kusnadi yang berprofesi sebagai nelayan di daerah setempat sejak tahun 1980-an. Gesture Kusnadi kala mengutarakan angan-angannya tampak menarik perhatian rekannya:”Begitu dong berani. Mumpung lagi di ibukota provinsi, nanti ketemu Pak Sekda lagi d rumahnya”, timpal Jejen yang diamini rekannya.

DTN HNSI LAUT 2 CopyTerselip dalam rapat di pagi hari itu, para nelayan Kab. Karawang dan pengurus DPD HNSI Jabar dicerahkan oleh penjelasan langsung perwakilan produsen pengawet ikan alami tanpa bahan kimia, yang diproduksi PT Rastura Batara Djana dengan distributor PT Dioz Bio Zachra. “Kami tertarik dengan produksi ini. Harganya cukup terjangkau, tak perlu pakai es lagi. Ke Bandung hari ini, banyak manfaatnya”, pungkas Kusnadi yang berharap cemas sorenya kan bertemu Sekda Jabar – “Seperti apa ya, baiknya Pak Sekda?” (HS/SA)

Add a comment

Eka Santosa Forum DAS Citarum - Canangkan Tanam Bambu di Bantaran Sungai Citarum

DTN FORUM DAS CopydestinasiaNews – Relatif lama tak muncul sosok Eka Santosa, selaku Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum. Kemana saja selama ini? “Tentu masih ada, malah 11 korwil Forum DAS Citarum sejak dikukuhkan Gubernur Jabar (6/3/2013 – red.) tetap berkiprah. Namun, ketika dicanangkan Citarum Bersih yang tak jelas arahnya, kami tak dilibatkan lagi. Ini bikin kami bertanya-tanya?”, ujarnya usai memimpin rapat Forum DAS Citarum di Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung (12/2/2017).

Bocorannya dari rapat terakhir yang dipimpin Eka, dalam waktu dekat akan dicanangkan penanaman pohon bambu di sepanjang 240 Km kiri – kanan bantaran sungai Citarum. “Total di tanam sekitar 100 ribu ha. Dalam waktu 4 sampai 5 tahun dihasilkan nilai ekonomi Rp 16 T. Taruhlah, ini dari satuan harga jenis bambu petung @ Rp. 30 dengan rerata diameter 10 -16 Cm panjang 5 M, tanpa rekayasa”, urainya yang dalam kurun 1 sampai dengan 3 tahun warga sekitar dapat memanfaatkan rebung sebagai bahan pangan. “Ingat loh, ini setara setengah APBD Jabar”.  

Menindaklanjuti pencanangan ini Bidang Perencanaan dan Pengendalian Forum DAS Citarum, Ir. Sapto Prayogo, M.Si menyatakan:”Tunggu satu dua hari, detilnya saya paparkan. Intinya, kami dukung. Bambu kan terbukti sebagai tanaman tropis banyak manfaatnya secara ekologis  maupun ekonomis”.

Sementara itu Ir. H Uyud Sutisna, Wakil Ketua Forum DAS Citarum didampingi Sekretarisnya Ir. Harun Darise, MM dan Wakil Sekertarisnya Asep Yulianto, SE, turut mendukung program terbaru ini:”Ini bukan hal baru juga, hanya momentumnya dirasa tepat sekarang, bantarannya harus diberdayakan. Kita malu sungai ini jadi salah satu sungai terkotor di dunia”.

Nilai Ekonomi & Lingkungan Segar

Manfaat penanaman bambu secara terprogram, menurut Rizki Ramdani “Astro” aktivis dari Gerakan Hejo yang juga berkiprah di Forum DAS Citarum, dari sisi ekonomi dan lingkungan hidup:”Nantinya, bisa melahirkan ekonomi kerakyatan, membuka lapangan kerja. Angka kemiskinan pun bisa berkurang”, sambil menunjukkan sejumlah data hasil kajian dari berbagai lembaga penelitian – “Manfaat lainnya, bisa menimbulkan sumber mata air baru, oksigen segar pun bisa muncul”.

Dikonfirmasi perihal pencanangan ini, Dadan Ramdan Direktur Eksekutif Walhi Jabar, langsung mereaksi dengan positif. Menurutnya, ide ini sebaiknya segera diimplementasikan di lapangan. Hendaknya pula, mensinergikan rancangan ini dengan para pegiat dan pecinta bambu yang kini banyak bermunculan di Tatar Sunda. “Banyak nantinya budayawan dan pecinta lingkungan, bisa terlibat pada program yang bagus ini”.

Secara terpisah representatif pegiat anti korupsi dan lingkungan yang tergabung pada DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) Abah Landoeng (91), hampir setali tiga uang dengan Dadan Ramdan:”Lanjutkan program ini. Sangat bagus untuk lingkungan dan masyarakat. Libatkan Abah, bila program ini akan diterapkan di lapangan”.   

Menutup reportase ini, menurut Eka kondisi sungai Citarum yang kini 90%-nya telah tercemar berat, sangat menyayangkannya karena hampir semua dinas terkait hanya menghambur-hamburkan dana APBD dan APBN. “Ibaratnya sungai ini bak gadis cantik yang sudah diperkosa beramai-ramai, lalu dibunuh dan ditinggalkan begitu saja. Program pembangunannya hanya berjangka pendek. Peran budaya dan kearifan lokal, banyak ditinggalkan. Inilah hasilnya”, pungkasnya yang akan serius mengimplementasikan program ini. (HS/SA/dtn).

Add a comment

PHRI Jabar Menggelar Rakerda Ke 3 Di Karawang

PHRIdestinasiaNews - Perhelatan Rapat Kerja Daerah (rakerda)ke 3 PHRI JAWA BARAT diselenggarakan secara maraton pada tanggal 17 dan 18 Januari di Kabupaten Karawang diikuti oleh 25 Badan Pimpinan cabang diseluruh kota/kabupaten Jawa Barat dengan mengambil tema “Peluang dan Tantangan Industri Hotel dan Restauran Tahun 2017”.

Diawali kegiatan Welcome Dinner di Dewi Air Resto & Karaoke, Ketua BPD PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar mengatakan PHRI mengapresiasi dan memberikan penghargaan tinggi adanya dukungan Dari Pemkab Karawang dalam acara Rakerda ke 3 PHRI Jawa Barat.

“Sebagai Ketua BPD PHRI Jawa Barat, sangat apresiasi kepada Ketua PHRI Kabupaten Karawang, Gabryel Alexander yang selama ini melakukan kemitraan dengan Pemkab Karawang secara intensif mengawal perda kepariwisatan No. 18 tahun 2016,”ujar Herman dalam kata sambutannya. Hal tersebut sangatlah diperlukan, lanjut Herman, agar para pelaku usaha akomodasi dan pariwisata dapat terlindungi dan nyaman berinvestasi.

Rakerda ke 3 PHRI Jawa Barat ini dihadiri oleh Ketua PHRI Pusat, Haryadi Sukamdani dan Ketua KADIN Jawa Barat, Agung Suryamal Sutisno Sekda Karawang, Drs Teddy Rusfendi Sutisna hadir dalam rangka mewakili Bupati Karawang, dr. Celica Nurachadiana yang berhalangan hadir, memberikan arahan sekaligus promosi beberapa destinasi wisata dan ajakan untuk berinvestasi di Kabupaten Karawang. Dalam kesempatan yang sama Sekda memberikan pengharagaan dan dukungan kepada PHRI Karawang yang telah memberikan kontribusi dalam peningkatan PAD di Pemkab Karawang

Rangkaian kegiatan di Hari Pertama Rakerda ke 3 PHRI Jawa Barat selanjutnya adalah penandatanganan MoU PHRI dengan LMKN tentang Tarif Royalti Hotel dan Fasilitas Hotel, penyerahan Sertifikat Laik Operasi (SLO) khusus pemakaian genset dan Penyerahan Sertifikat Usaha Hotel.

Hari kedua Rakerda ke 3 PHRI Jawa Barat digelar di Restoran Sindang Reret, Karawang menghasilkan beberapa keputusan yang strategis diantaranya pengesahan Tata Tertib Rakerda, penyampaian Laporan Pelaksanaan Program Kerja BPD PHRI Jabar 2016 dan pembahasan Rancangan Program Kerja BPD PHRI Jabar tahun 2017.

Beberapa keputusan startegis di dihasilkan dalam Rakerda diantaranya adalah mendorong Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk mencari solusi terbaik dalam meguraikan kemacetan yang parah di daerah Puncak, Bogor maupun di daerah akses menuju Lembang. Begitupun dengan perlunya Moratorium Perijinan Hotel di daerah-daerah Kota/Kabupaten yang sudah berlebihan, misalnya keberadaan hotel yang ada di Kota Bandung. Selain itu, upaya pengawasan atas perubahan fungsi apartemen menjadi opersional seperti hotel yang di sewakan setiap hari.

Menjadi catatan penting dari hasil sidang pleno untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat, sehingga dibutuhkan peranan pemerintah pusat dengan adanya percepatan perbaikan pada infrakstruktur menuju destinasi wisata agar program kerja yang telah disepakati dalam Rakerda ke 3 PHRI Jabar berkesinambungan.

Rakerda ke 3 PHRI Jawa Barat diakhiri dengan mengajak peserta kegiatan city tour mengunjungi destinasi wisata Candi Jiwa & Candi Blandongan, dilanjutkan melihat Pantai Tanjung Pakis yang indah untuk menarik wisatawan domestik & mancanegara berkunjung ke Kabupaten Karawang.(FH)


Add a comment

Dr. Ir. Anton Leonard SP, MM, Sekjen HNSI – Dosa Besar Meninggalkan Maritim !

HNSI 1 CopyDestinasiaNews Suasana berbeda, dan lebih hangat terpancar dari biasanya di Sekertariat DPD HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Jawa Barat Jl. Dago Pakar Barat No. 9 b Bandung. Hari itu (27/12/2016) kedatangan tamu istimewa Dr. Ir. Anton Leonard SP, M.M, Sekretaris Jenderal DPP HNSI. Bertindak selaku tuan rumahnya H. Nandang Permana, Ketua DPD HNSI Jawa Barat beserta jajarannya. Hadir di antara jajaran pengurus DPD HNSI Jawa Barat: Hj. Liya Marahayu, Peranan Wanita; H. Idat Mustari, Urusan Kelembagaan; H. Agus Warsito, Bendahara; dan Dadan, Sekjen Koneli (Koperasi Nelayan Indonesia). “Kehadiran Pak Anton, semoga bisa memperluas wawasan demi implementasi sejumlah program,” kata Liya yang punya beberapa paket rencana untuk pemberdayaan keluarga nelayan.

 

Menerawang lebih jauh materi ujaran dari Anton Leonard, kembali Ia mengingatkan, kita hidup di negara maritim atau kepulauan.”Dua pertiga luas negara terdiri atas laut, yang terjadi masih berpikir seperti negara daratan. Ini fatal, dosa besar kita”.

 

Anton Leonard memaparkan hal di atas, sambil mengilustrasikan ada yang a historis dalam perjalanan sejarah bangsa:“Era pemerintahan Presiden Soekarno pada tahun 1966/67, kala itu konsep kemaritiman sempat tersenggal. Lalu era 32 tahun ada Orde Baru. Nasib kelautan kita dilupakan. Baru pada era Jokowi, diingatkan kembali soal poros maritim dunia”.

 

HNSI sebagai Jembatan

 

Lebih menarik, tatkala Anton Leonard memaparkan bahwa eksistensi HNSI sejak 1973 di negeri ini –“Boleh dikatakan sebagai jembatan bagi pembangunan kita yang harus berorientasi ke kelautan. Basisnya bottom up jangan top downseperti sekarang ini”.

 

Menimpali hal di atas, Nandang Permana seakan diingatkan tentang pentingnya HNSI berperan lebih membumi di Jawa Barat.”Budaya pesisir harus kita pertajam. Lainnya, program penyebaran nelayan Pantura dan Jabar Selatan untuk dikembangkan di Natuna dan Maluku, jangan sekedar wacana. Masalahnya, pemerintah harus menjamin keberlangsungan program ini secara serius”.    

HNSI 2 CopyPada pihak lain, ambisi Nadang Permana ini yang didukung jajarannya dalam konteks mengembangkan 157 ribu nelayannya yang 70% berada di Pantura Jabar: ”Ke depan ingin sekali nelayan ditingkatkan kualitasnya dalam banyak hal, mulai kelengkapan infrastruktur, alat dan teknik tangkap, sistem ekonomi dan perkoperasian, kepelabuhanan (TPI), termasuk penerapan teknologi budi daya dan tangkap ikan. Bila perlu mulai menggunakan fish finder”.

 

Tak kalah pentingnya dalam diskusi ringan ini kembali Anton Leonard, memungkas bahwa selama republik ini mengayomi rakyatnya yang sekitar 17 juta populasinya bergerak di kenelayanan: ”Belum pernah ada sensus nelayan dilakukan. Ini penting untuk pembuatan keputusan dalam pembangunan”.

 

Sementara itu Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo yang selama ini banyak bersentuhan aktivitasnya di antara nelayan Pantura dan Selatan Jabar, mengetahui bahasan diskusi ini, menyatakan: ”Sesungguhnya, nelayan di Jabar masih perlu perkuatan dalam banyak segi. Peranan Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Barat, masih bisa ditingkatkan dari segi anggaran maupun keberpihakannya. Ini sejalan dengan visi dan misi Gerakan Hejo dalam hal memakmurkan penduduk melalui budaya dan perbaikan lingkungan hidup. Benar, kita berdosa bila melupakan peranan nelayan”. (HS/SA/dtn).  

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Maman Cawabup KBB no 1 Bertemu Jamaah Pengajian, Ini Keluhan jamaah Kepada Paslon EMAS

Maman Cawabup KBB no 1 Bertemu Jamaah Pengajian, Ini Keluhan jamaah Kepada Paslon EMAS

destinasiaNews - Sudah dua pekan berlalu Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) paket Paslon EMAS (Elin - Maman) blusukan,...

Maman Cawabup KBB no 1 Tatap Muka Bersama Warga Desa Kertajaya

Maman Cawabup KBB no 1 Tatap Muka Bersama Warga Desa Kertajaya

destinasiaNews - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Maman S Sunjaya yang saat ini sebagai Bakal Calon Wakil...

The Boxes Tempat “Hang Out”di Bandung ala Agnez Mo...

The Boxes Tempat “Hang Out”di Bandung ala Agnez Mo...

  destinasiaNerws – Kota Bandung yang akrab dengan julukan Paris van Java atau kota Paris yang ada di Pulau Jawa...

Maman Cawabup nomor 1 Blusukan Sapa Warga Dan Pengurus PDIP

Maman Cawabup nomor 1  Blusukan Sapa Warga Dan Pengurus PDIP

destinasiaNews - Calon wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) nomor urut 1 Maman S Sunjaya  mengajak warga KBB khususnya Cimerang ...

Di Balik Nobar Undian Nomor Urut Partai Jelang Pemilu 2019 - Berkarya Beroleh Angka 7 James Bond !

Di Balik Nobar Undian Nomor Urut Partai Jelang Pemilu 2019 - Berkarya Beroleh Angka 7 James Bond !

destinasiaNews – Nonton bareng alias nobar yang berlangsung Minggu (18/2/2018) malam di  Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir...

Pengunjung

01843179
Hari ini
Kemarin
1002
1317