Eka Santosa Forum DAS Citarum - Canangkan Tanam Bambu di Bantaran Sungai Citarum

DTN FORUM DAS CopydestinasiaNews – Relatif lama tak muncul sosok Eka Santosa, selaku Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum. Kemana saja selama ini? “Tentu masih ada, malah 11 korwil Forum DAS Citarum sejak dikukuhkan Gubernur Jabar (6/3/2013 – red.) tetap berkiprah. Namun, ketika dicanangkan Citarum Bersih yang tak jelas arahnya, kami tak dilibatkan lagi. Ini bikin kami bertanya-tanya?”, ujarnya usai memimpin rapat Forum DAS Citarum di Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung (12/2/2017).

Bocorannya dari rapat terakhir yang dipimpin Eka, dalam waktu dekat akan dicanangkan penanaman pohon bambu di sepanjang 240 Km kiri – kanan bantaran sungai Citarum. “Total di tanam sekitar 100 ribu ha. Dalam waktu 4 sampai 5 tahun dihasilkan nilai ekonomi Rp 16 T. Taruhlah, ini dari satuan harga jenis bambu petung @ Rp. 30 dengan rerata diameter 10 -16 Cm panjang 5 M, tanpa rekayasa”, urainya yang dalam kurun 1 sampai dengan 3 tahun warga sekitar dapat memanfaatkan rebung sebagai bahan pangan. “Ingat loh, ini setara setengah APBD Jabar”.  

Menindaklanjuti pencanangan ini Bidang Perencanaan dan Pengendalian Forum DAS Citarum, Ir. Sapto Prayogo, M.Si menyatakan:”Tunggu satu dua hari, detilnya saya paparkan. Intinya, kami dukung. Bambu kan terbukti sebagai tanaman tropis banyak manfaatnya secara ekologis  maupun ekonomis”.

Sementara itu Ir. H Uyud Sutisna, Wakil Ketua Forum DAS Citarum didampingi Sekretarisnya Ir. Harun Darise, MM dan Wakil Sekertarisnya Asep Yulianto, SE, turut mendukung program terbaru ini:”Ini bukan hal baru juga, hanya momentumnya dirasa tepat sekarang, bantarannya harus diberdayakan. Kita malu sungai ini jadi salah satu sungai terkotor di dunia”.

Nilai Ekonomi & Lingkungan Segar

Manfaat penanaman bambu secara terprogram, menurut Rizki Ramdani “Astro” aktivis dari Gerakan Hejo yang juga berkiprah di Forum DAS Citarum, dari sisi ekonomi dan lingkungan hidup:”Nantinya, bisa melahirkan ekonomi kerakyatan, membuka lapangan kerja. Angka kemiskinan pun bisa berkurang”, sambil menunjukkan sejumlah data hasil kajian dari berbagai lembaga penelitian – “Manfaat lainnya, bisa menimbulkan sumber mata air baru, oksigen segar pun bisa muncul”.

Dikonfirmasi perihal pencanangan ini, Dadan Ramdan Direktur Eksekutif Walhi Jabar, langsung mereaksi dengan positif. Menurutnya, ide ini sebaiknya segera diimplementasikan di lapangan. Hendaknya pula, mensinergikan rancangan ini dengan para pegiat dan pecinta bambu yang kini banyak bermunculan di Tatar Sunda. “Banyak nantinya budayawan dan pecinta lingkungan, bisa terlibat pada program yang bagus ini”.

Secara terpisah representatif pegiat anti korupsi dan lingkungan yang tergabung pada DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) Abah Landoeng (91), hampir setali tiga uang dengan Dadan Ramdan:”Lanjutkan program ini. Sangat bagus untuk lingkungan dan masyarakat. Libatkan Abah, bila program ini akan diterapkan di lapangan”.   

Menutup reportase ini, menurut Eka kondisi sungai Citarum yang kini 90%-nya telah tercemar berat, sangat menyayangkannya karena hampir semua dinas terkait hanya menghambur-hamburkan dana APBD dan APBN. “Ibaratnya sungai ini bak gadis cantik yang sudah diperkosa beramai-ramai, lalu dibunuh dan ditinggalkan begitu saja. Program pembangunannya hanya berjangka pendek. Peran budaya dan kearifan lokal, banyak ditinggalkan. Inilah hasilnya”, pungkasnya yang akan serius mengimplementasikan program ini. (HS/SA/dtn).

Add a comment

PHRI Jabar Menggelar Rakerda Ke 3 Di Karawang

PHRIdestinasiaNews - Perhelatan Rapat Kerja Daerah (rakerda)ke 3 PHRI JAWA BARAT diselenggarakan secara maraton pada tanggal 17 dan 18 Januari di Kabupaten Karawang diikuti oleh 25 Badan Pimpinan cabang diseluruh kota/kabupaten Jawa Barat dengan mengambil tema “Peluang dan Tantangan Industri Hotel dan Restauran Tahun 2017”.

Diawali kegiatan Welcome Dinner di Dewi Air Resto & Karaoke, Ketua BPD PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar mengatakan PHRI mengapresiasi dan memberikan penghargaan tinggi adanya dukungan Dari Pemkab Karawang dalam acara Rakerda ke 3 PHRI Jawa Barat.

“Sebagai Ketua BPD PHRI Jawa Barat, sangat apresiasi kepada Ketua PHRI Kabupaten Karawang, Gabryel Alexander yang selama ini melakukan kemitraan dengan Pemkab Karawang secara intensif mengawal perda kepariwisatan No. 18 tahun 2016,”ujar Herman dalam kata sambutannya. Hal tersebut sangatlah diperlukan, lanjut Herman, agar para pelaku usaha akomodasi dan pariwisata dapat terlindungi dan nyaman berinvestasi.

Rakerda ke 3 PHRI Jawa Barat ini dihadiri oleh Ketua PHRI Pusat, Haryadi Sukamdani dan Ketua KADIN Jawa Barat, Agung Suryamal Sutisno Sekda Karawang, Drs Teddy Rusfendi Sutisna hadir dalam rangka mewakili Bupati Karawang, dr. Celica Nurachadiana yang berhalangan hadir, memberikan arahan sekaligus promosi beberapa destinasi wisata dan ajakan untuk berinvestasi di Kabupaten Karawang. Dalam kesempatan yang sama Sekda memberikan pengharagaan dan dukungan kepada PHRI Karawang yang telah memberikan kontribusi dalam peningkatan PAD di Pemkab Karawang

Rangkaian kegiatan di Hari Pertama Rakerda ke 3 PHRI Jawa Barat selanjutnya adalah penandatanganan MoU PHRI dengan LMKN tentang Tarif Royalti Hotel dan Fasilitas Hotel, penyerahan Sertifikat Laik Operasi (SLO) khusus pemakaian genset dan Penyerahan Sertifikat Usaha Hotel.

Hari kedua Rakerda ke 3 PHRI Jawa Barat digelar di Restoran Sindang Reret, Karawang menghasilkan beberapa keputusan yang strategis diantaranya pengesahan Tata Tertib Rakerda, penyampaian Laporan Pelaksanaan Program Kerja BPD PHRI Jabar 2016 dan pembahasan Rancangan Program Kerja BPD PHRI Jabar tahun 2017.

Beberapa keputusan startegis di dihasilkan dalam Rakerda diantaranya adalah mendorong Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk mencari solusi terbaik dalam meguraikan kemacetan yang parah di daerah Puncak, Bogor maupun di daerah akses menuju Lembang. Begitupun dengan perlunya Moratorium Perijinan Hotel di daerah-daerah Kota/Kabupaten yang sudah berlebihan, misalnya keberadaan hotel yang ada di Kota Bandung. Selain itu, upaya pengawasan atas perubahan fungsi apartemen menjadi opersional seperti hotel yang di sewakan setiap hari.

Menjadi catatan penting dari hasil sidang pleno untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat, sehingga dibutuhkan peranan pemerintah pusat dengan adanya percepatan perbaikan pada infrakstruktur menuju destinasi wisata agar program kerja yang telah disepakati dalam Rakerda ke 3 PHRI Jabar berkesinambungan.

Rakerda ke 3 PHRI Jawa Barat diakhiri dengan mengajak peserta kegiatan city tour mengunjungi destinasi wisata Candi Jiwa & Candi Blandongan, dilanjutkan melihat Pantai Tanjung Pakis yang indah untuk menarik wisatawan domestik & mancanegara berkunjung ke Kabupaten Karawang.(FH)


Add a comment

Dr. Ir. Anton Leonard SP, MM, Sekjen HNSI – Dosa Besar Meninggalkan Maritim !

HNSI 1 CopyDestinasiaNews Suasana berbeda, dan lebih hangat terpancar dari biasanya di Sekertariat DPD HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Jawa Barat Jl. Dago Pakar Barat No. 9 b Bandung. Hari itu (27/12/2016) kedatangan tamu istimewa Dr. Ir. Anton Leonard SP, M.M, Sekretaris Jenderal DPP HNSI. Bertindak selaku tuan rumahnya H. Nandang Permana, Ketua DPD HNSI Jawa Barat beserta jajarannya. Hadir di antara jajaran pengurus DPD HNSI Jawa Barat: Hj. Liya Marahayu, Peranan Wanita; H. Idat Mustari, Urusan Kelembagaan; H. Agus Warsito, Bendahara; dan Dadan, Sekjen Koneli (Koperasi Nelayan Indonesia). “Kehadiran Pak Anton, semoga bisa memperluas wawasan demi implementasi sejumlah program,” kata Liya yang punya beberapa paket rencana untuk pemberdayaan keluarga nelayan.

 

Menerawang lebih jauh materi ujaran dari Anton Leonard, kembali Ia mengingatkan, kita hidup di negara maritim atau kepulauan.”Dua pertiga luas negara terdiri atas laut, yang terjadi masih berpikir seperti negara daratan. Ini fatal, dosa besar kita”.

 

Anton Leonard memaparkan hal di atas, sambil mengilustrasikan ada yang a historis dalam perjalanan sejarah bangsa:“Era pemerintahan Presiden Soekarno pada tahun 1966/67, kala itu konsep kemaritiman sempat tersenggal. Lalu era 32 tahun ada Orde Baru. Nasib kelautan kita dilupakan. Baru pada era Jokowi, diingatkan kembali soal poros maritim dunia”.

 

HNSI sebagai Jembatan

 

Lebih menarik, tatkala Anton Leonard memaparkan bahwa eksistensi HNSI sejak 1973 di negeri ini –“Boleh dikatakan sebagai jembatan bagi pembangunan kita yang harus berorientasi ke kelautan. Basisnya bottom up jangan top downseperti sekarang ini”.

 

Menimpali hal di atas, Nandang Permana seakan diingatkan tentang pentingnya HNSI berperan lebih membumi di Jawa Barat.”Budaya pesisir harus kita pertajam. Lainnya, program penyebaran nelayan Pantura dan Jabar Selatan untuk dikembangkan di Natuna dan Maluku, jangan sekedar wacana. Masalahnya, pemerintah harus menjamin keberlangsungan program ini secara serius”.    

HNSI 2 CopyPada pihak lain, ambisi Nadang Permana ini yang didukung jajarannya dalam konteks mengembangkan 157 ribu nelayannya yang 70% berada di Pantura Jabar: ”Ke depan ingin sekali nelayan ditingkatkan kualitasnya dalam banyak hal, mulai kelengkapan infrastruktur, alat dan teknik tangkap, sistem ekonomi dan perkoperasian, kepelabuhanan (TPI), termasuk penerapan teknologi budi daya dan tangkap ikan. Bila perlu mulai menggunakan fish finder”.

 

Tak kalah pentingnya dalam diskusi ringan ini kembali Anton Leonard, memungkas bahwa selama republik ini mengayomi rakyatnya yang sekitar 17 juta populasinya bergerak di kenelayanan: ”Belum pernah ada sensus nelayan dilakukan. Ini penting untuk pembuatan keputusan dalam pembangunan”.

 

Sementara itu Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo yang selama ini banyak bersentuhan aktivitasnya di antara nelayan Pantura dan Selatan Jabar, mengetahui bahasan diskusi ini, menyatakan: ”Sesungguhnya, nelayan di Jabar masih perlu perkuatan dalam banyak segi. Peranan Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Barat, masih bisa ditingkatkan dari segi anggaran maupun keberpihakannya. Ini sejalan dengan visi dan misi Gerakan Hejo dalam hal memakmurkan penduduk melalui budaya dan perbaikan lingkungan hidup. Benar, kita berdosa bila melupakan peranan nelayan”. (HS/SA/dtn).  

Add a comment

Senator DPD RI Eni Sumarni Terkait Kasus PT CSI, Rakyat Kecil Harus Dipriortaskan

DTN ENY CopyDestinasiaNews – Melanjut upaya Forkoma (Forum Komunikasi Anggota) KSPPS BMT CSI  (Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah - Baitul Maal Wat Tamwil - Cakrabuana Sukses Indonesia), yang sejak 20 dan 21 Desember di Bandung berkunjung ke DPRD Jabar, Kantor Regional 2 OJK Jabar, dan terakhir ke Kantor Dewan Perwakilan Daerah  (DPD) RI Sekda Prov. Jabar di Jl. Mundinglaya No. 12 Bandung. Mereka, puluhan orang yang tergabung pada Forkoma CSI,  korban dari sengkarut pembekuan rekening per 29 November 2016 milik KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera, oleh Bank Mandiri atas permintaan Bareskrim Mabes Polri, sejak beberapa hari lalu tinggal “mengungsi” di Alam Santosa Pasir Impun Bandung – kediaman Eka Santosa, tokoh Jabar yang konsen terhadap budaya dan lingkungan hidup.

 

“Bersyukur hari ini (22/12/2016) bisa bertemu Ibu Eni Sumarni secara langsung di Saung Perjuangan Rakyat Sumedang”, tutur Hari Suharso, koordinator Forkoma CSI, melalui saluran telepon yang sehari sebelumnya beserta rombongannya kala berkunjung ke kantor Eni Sumarni  di Bandung diterima staf ahlinya.

 

Secara terpisah Eni Sumarni melalui telepon kepada redaksi memaparkan hasil pertemuan dengan Forkoma CSI (22/12/2016). Intinya, Ia di Saung Perjuangan Rakyat Sumedang telah menampung keluh kesah korban kasus PT CSI:”Terlepas dari persoalan hukum yang sedang ditangani pihak berwenang, silahkan persoalan hukum ini dituntaskan. Nah, soal masyarakat korban kasus ini harus ditangani dengan paripurna. Mereka itu korban, kita patut menolongnya”.

 

Lebih lanjut menurut Eni Sumarni yang berjanji akan melakukan pendekatan khusus ke pihak terkait, menyangkut penahanan M Yahya dan Iman Santosa (25/11/2016) selaku direksi PT CSI:”Ke pihak Bareskrim pun akan saya lakukan upaya untuk kejelasan status hukum, juga ke pihak terkait lainnya”, kata Eni Sumarni yang seingatnya pada tahun 2013-an pernah diundang dan menghadiri sebuah acara Koperasi CSI di Cirebon – “Saat itu saya sempat mengapresiasi aktivitas koperasi yang tampak transparan, modern, dan berbasis on line. Mungkin saja mencuat kasus ini, ada unsur persaingan bisnis. Ini hanya perkiraan saya”

 

Eni Sumarni ditanya kembali bagaimana menyelesaikan kasus ini yang sedikitnya melibatkan anggota 15. 964 orang setara 60.000 jiwa beserta keluarganya, juga diduga sejak tahun 2000-an menghimpun dana anggotanya lebih dari Rp. 2 T, mereka diiming-imingi bunga 5% per bulan, di antaranya? Menurutnya, di samping langkah hukum teruslah berjalan, pesimisnya pun Ia ungkapkan:”Ingat saja kasus BLBI dan Bank Century, hingga kini apa kabar?”

 

Menutup pembicaraan ini dengan Eni Sumarni, Ia mewanti-wanti dengan penuh rasa keibuan:”Duh, kasihan sekali rakyat kecil selalu jadi korban dari modus operandi usaha seperti ini. Hikmahnya harus kita petik praktik perbank-an dan koperasi harus super cermat diawasi dan dibina pihak berwenang. Siapa pun mereka, penyelamatan rakyat kecil diprioritaskan”. (SA/HS/dtn)

Add a comment

Temu Wicara Gerakan Hejo dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud – Ada Nafas yang Sama

DTN KEMENDIKBUD 1 CopyDestinasiaNews – Bertempat di Gedung E lantai 10 Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, rombongan Gerakan Hejo mengadakan temu wicara dengan pihak tuan rumah (1/11/2016). Mewakili Dirjen Kebudayaan,  Hilmar Farid, rombongan Gerakan Hejo diterima oleh Sri Hartini, Direktur Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi. Mendampingi Sri Hartini, hadir di antaranya Mula Sinaga, Kasubdit Program, Evaluasi, dan Doumentasi; Sri Guritno, Kasubdit Komunitas Adat; dan Meta, Subdit Seni Pertunjukan. 

Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo yang juga sebagi Duta Sawala (Sekertaris Jenderal) BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jawa Barat, dalam kesempatan ini memaparkan kiprahnya selepas Ia tak lagi aktif sebagai Ketua Komisi ll DPR (2004 – 2009). Kini Ia lebih fokus bergerak di seputar pendampingan masyarakat adat dan lingkungan hidup:”Kecintaan saya ke warga adat yang termarginalisasi dalam hak-hak dasar mereka, juga kiprah di lingkungan hidup, sejatinya sudah lama saya lakukan. Usai tak di legislatif lagi, bersama sesepuh Jabar Solihin GP, lebih leluasa bergerak bersama komponen warga lainnya”, papar Eka dalam penjelasan sekilas kegiatannya yang mayoritas dilakukan secara swadaya. 

Menanggapi paparan Eka, Sri Hartini dan jajarannya mengapresiasi:”Peran Kang Eka di Gerakan Hejo dan BOMA Jabar, tak ada beda dengan yang telah kami lakukan. Ia telah menjadi drive yang significant bagi pembinaan bangsa, terutama masyarakat adat”,  ujar Sri Hartini yang menyatakan ke depan banyak hal yang dapat disinergikan. 

DTN KEMENDIKBUD 2 CopySecara terpisah Agus Warsito, Sekjen Gerakan Hejo mengemukakan optimisme di masa depan program Gerakan Hejo dan BOMA Jabar yang berintikan pada pemberdayaan masyarakat di bidang ekologi, ekonomi, dan edukasi:”Termasuk kerjasama di bidang seni pertunjukan untuk tahun 2017 ke depan, nanti dibahas lebih intens”. 

Pertemuan ini diprakarsai oleh “Astro” Rizki Ramdani, Hubungan Antar Lembaga Gerakan Hejo dengan inisiasi Agung dari Penabulu Alliance yang berbasis di Jakarta:”Anggaplah ini sebagai introduksi antar dua lembaga. Untuk masa depan tampaknya terbuka kemunginan kerjasama di bidang pengembangan hak ulayat masyarakat adat, pemberdayaan seni pertunjukan, termasuk pengembangan ekonomi rakyat”, ujar Agung yang didampingi rekannya Indah Arnaelis.

Reaksi dari Paris  

Menariknya Harri Safiari, Humas Gerakan Hejo sesaat pertemuan ini usai melaporkan hasil pertemuan ini ke rekannya “Ambassador Gerakan Hejo di Eropa”, Saladin Belhacel yang telah bertemu langsung dengan Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Tubagus Ahmad Fauzi Soelaeman pada tahun 2016, Ia menyambut gembira atas peristiwa ini.

Diketahui Saladin bersama Abah Sahari, Olot dari Kanekes Baduy sekitar  Februari 2016 telah diterima secara pribadi oleh Puun di Baduy Dalam  – Tujuannya Kawasan Baduy didaftarkan sebagai World Heritage ke UNESCO dari Indonesia. Setelahnya, Saladin bersama Gerakan Hejo melakukan seminar tersendiri dengan para antropolog dari UNPAD Bandung. “Kita teruskan lagi rintisan Saladin kawan kita di Eropa. Ia begitu peduli pada  warga Baduy. Gerakan Hejo sudah menyurati soal ini ke Gubernur Provinsi Banten dan Bupati Lebak, sayang ta berbalas …”, tambah Eka dengan wajah sedikit muram.  

Kembali, dari pertemuan ini menurut Agus Warsito:”Tadi ada nafas yang sama. Ini sambil dirintis kerjasamanya dengan Kemendikbud, sekaligus untuk pendaftaran ke UNESCO. Bisa kita mulai lagi …”, tutupnya. (HS/SA/dtn)

DTN KEMENDIKBID 3 Copy

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin & Eka Santosa, Kuda hitam Pilgub Jabar – Blusukan …

Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin & Eka Santosa, Kuda hitam Pilgub Jabar – Blusukan …

destinasianews  - Jreng-jreng, mungkin demikian laporan ini dibuka. Pasalnya, tanpa ba bi bu, dua tokoh pasangan Pilgub Jabar 2018 yang...

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

DestinasiaNews.com, Bandung Barat – Pertarungan politik merebut kursi Bandung Barat satu semakin menggeliat, Kali ini organisasi  DPC Taruna Merah Putih...

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

destinasiaNews – Menyongsong pengingatan hari pohon se dunia, kembali “Manusia Pohon” Aiptu Nunuh  dan kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi menghijaukan...

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

destinasiaNews – Katakanlah ini ‘goup’ atau resminya DPD Gerakan Hejo Kabupaten Garut, seakan-akan ‘gak ada abiznya’ – Terus menghijaukan tatar...

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

destinasiaNews – Ujung dari acara kunjungan Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jabar ke Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun...

Pengunjung

01699276
Hari ini
Kemarin
473
1592