Jelajah Kota Menjelang Seabad Gedong Cai Tjibadak 1921-2021

tjibadak4

DestinasiaNews - Masih tentang heritage di seputar Bandung yang tak pernah habis cerita. Satu lagi di antaranya adalah apa yang sekarang dinamai Gedong Cai Tjibadak atau dikerenin dengan nama Tjibadak Waterleiding. Dari penamaan bahasa Belanda inilah boleh jadi sebagai cikal bakal penamaan kawasan Lédeng hingga saat ini.

Dilihat dari pembangunannya di tahun 1921, usia instalasi penyadapan air tanah ini sudah mencapai usia 100 tahun dan masih berfungsi. Dalam rangka itulah kami merilis tulisan ini. Kita lihat, bagaimana warga Kota Bandung yang merasakan manfaatnya sehari-hari sampai sekarang memperingatinya.

Di bulan Agustus dan September 2020 tempat ini sempat dikunjungi oleh Wakil Wali Kota Kota Bandung Kang Yana Mulyana terkait rencana Pemkot Bandung membuka akses jalan menuju kawasan tersebut. Menurutnya, Kawasan Gedong Cai Tibadak dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik, akan tetapi perlu ditunjang dengan akses jalannya yang baik.

tjibadak1

Bagi peminat wisata heritage memang untuk berkunjung ke lokasi ini tidak banyak menyita waktu. Dari terminal Ledeng kita bisa mengikuti jalan di sebelah terminal, Jalan Sersan Surip. Tidak sampai 45 menit berjalan kaki kita bisa mencapainya melalui jalan yang biasa dilalui warga sekitar. Di 500 meter terakhir kita baru menjumpai kawasan menghutan yang banyak terdapat dapuran pohon bambu dan kawung. Selebihnya pepohonan heterogin, alang-alang dan kebun sayuran.

Akses jalan setapak di situ memang mendatar hanya kita harus agak waspada terhadap rerumput liar yang menghalangi lintasan, salah-salah kaki bisa tersangkut dan membuat kita tersungkur. Utamanya setelah kita melewati Curug Ledeng yang mempunyai 7 curugan itu. Kawasan ini juga terdapat saung dan merupakan spot menarik untuk istirahat sejenak sambil melepas pandangan ke perbukitan hijau sampai ke Gunung Batu Lembang.

Perjalanan menuju Gedung Cai di awal Juni lalu itu memang mengasyikkan dengan pemandangan hijau dan kenyamanan termal yang bisa kita rasakan. Hanya di sekitar komplek Gedung Cai inilah terasa kebersihan lingkungan yang kurang terawat. Di beberapa sudut nampak sampah daun kering berserakan dan rerumput perdu yang terkesan liar, mengurangi “kharisma” ketangguhan gedung berusia seabad itu. Seperti juga di “gardu” yang tidak jauh dari gedung itu yang dikelilingi semak, sehingga kita tidak bisa memastikan di mana letak pintu masuknya.

Ada juga tampungan air yang jernih berupa bak keramik dan bisa kita manfaatkan untuk membersihkan diri atau keperluan toilet. Toiletnya sih masih terlihat darurat, hanya sekadarnya saja.

Jika udara cekungan Bandung sedang cerah, dari gedung itu kita bisa melepas pandangan hingga ke Gunung Malabar di selatan sana. Kerimbunan pepohonan di situ sangat memungkinkan adanya kehidupan fauna liar, seperti burung elang yang sempat kami lihat terbang rendah di sekita Gedung Cai. Dari sekelompok pemuda yang bernama CAI (Cinta Alam Indonesia), kami mendapat informasi bahwa di Sungai Cipaganti yang berada di lembah selain memiliki daya tarik curug tujuh juga adanya ikan sapu-sapu bule dan keuyeup beurum.

Keberadan komunitas ini padahal bisa juga dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan sekitar Gedong Cai, bahkan bisa juga diajak memandu wisata seperti ketika menyertai kami ke kawan itu 5 Juni lalu. Selebihnya mereka dapat dibina dalam hal hospitality dan amenity yang kelak dapat memberi benefit bagi warga lokal baik secara sosial maupun ekonominya. Wawasan literasi mereka tentang keberadaan Gedung Cai itu memang sangat membantu untuk mendalami kesejarahan instalasi penyadapan air tanah tersebut.

tjibadak23

Kita tunggu saja, bagaimana penataannya, seperti yang disampaikan Kang Yana tahun lalu itu. Dan juga bagaimana cara warga Bandung utara ini memperingati seabad keberadaan penyadapan air Tjibadak 1921, tepatnya di bulan Desember nanti.

Konon di tahun 1918 di Bandung sempat terjadi adanya wabah yang menimbulkan penyakit kulit. Di saat itu pula Bandung yang dipimpin Bertus Coorps mulai melakukan upaya pencarian sumber air baru yang bisa dimanfaatkan. Setelah ditemukannya titik sumber air Tjibadak dan séké lainnya di tempat itu dibangunlah instalasi pendistribusian air tanah itu yang kemudian dikenal dengan nama Gedong Cai.

Seperti ada kesamaan kondisi dengan apa yang sedang kita hadapi sekarang ini, setelah seabad Gedong Cai itu dibangun. Kita juga sekarang sudah memasuk tahun kedua adanya wabah Corona yang dikenal dengan nama virus Covid 19.Apa boleh buat! dtn/adi raksanagara.-

tjibadak22

 


emgz2

Artikel lain...

Menteri KLH Paparkan Pembangunan Kota Ramah Lingkungan untuk Kendalikan Perubahan Iklim pada Ministerial Meeting G20

Menteri KLH Paparkan Pembangunan Kota Ramah Lingkungan untuk Kendalikan Perubahan Iklim pada Ministerial Meeting G20

destinasiaNews - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya hadir secara virtual bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral...

Pertumbuhan Harga Properti Australia Melampaui Prediksi Awal

Pertumbuhan Harga Properti Australia Melampaui Prediksi Awal

  Secara Nasional Selama 18 Bulan Terakhir Harga Rumah Tapak 4 – 12% Lebih Tinggi Dibandingkan Prediksi Awal, Sementara Harga...

Gebrakan Selama Masa PPKM : THE 1O1 Flash Sale ! Pay 1 Night, Get 1 Night Free

Gebrakan Selama Masa PPKM :  THE 1O1 Flash Sale ! Pay 1 Night, Get 1 Night Free

destinasiaNews– Hotel THE 1O1 Bogor Suryakancana menghadirkan promo THE 1O1 Flash Sale!! Pay 1 Night, Get 1 Night Free dengan penawaran...

Pemerintah Singapura Kembali Kirim Bantuan Medis Untuk Indonesia

Pemerintah Singapura Kembali Kirim Bantuan Medis Untuk Indonesia

destinasiaNews - Pemerintah Singapura melalui Kedubesnya di Indonesia kembali mengirimkan bantuan medis seberat 40 ton untuk Indonesia dalam hal ini...

Terkait Podcast ‘EKATANYA’, Perupa Umar Sumarta: 3 D, Pesta Demokrasi 2024 dan Seterusnya

Terkait Podcast ‘EKATANYA’, Perupa Umar Sumarta: 3 D, Pesta Demokrasi 2024 dan Seterusnya

destinasiaNews - Rupanya, the ‘true story’ dari tokoh Jawa Barat, Eka Santosa, saat  ini (12/7/2021) di kediamannya di Kawasan Eko...

Pengunjung

07172075
Hari ini
Kemarin
1896
5254