Sadagori In Art Luncurkan "Helen Rose" dari Bandung

helen3a

DestinasiaNews - Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio sempatmengatakan, pandemi Covid-19 sebenarnya mempercepat industri kreatif dengan platform digital. Kondisi ini memaksa hampir semua bidang untuk mentransformasikan kegiatannya dengan menggunakan platform digital, utamanya kegiatan industri kreatif.

Sadagori In Art dari Bandung rupanya sudah mengantisipasi kondisi ini dengan membangun kolaborasi bersama komunitas seni dan pegiat budaya (Sunda) di bawah naungan PT. Kusumawiangga untuk tetap eksis dan produktif dengan mengutamakan platfor digital.

helen2

Tentang nama Sadagori itu menurut representatifnya, Natanagara, merupakan nama tumbuhan dalam bahasa Sunda. “Itu nama tumbuhan kecil, namun berakar kuat dan tahan terjangan badai. Filosofi itulah yang kami pakai di Sadagori In Art dengan motto honest and accountable," lanjut pria yang akrab disapa Nata ini.

Sadagori In Art yang bermarkas di kawasan Sadangserang, Kota Bandung ini Minggu 26 Juli lalu meluncurkan salah satu karya hasil kolaborasinya dalam acara temu media di Atha Studio Musicafe, Jalan. Karapitan 80. Sore itu seorang penyanyi usungannya meluncurkan single pertama dengan judul “Cintailah Cinta.” Helen Rose, begitu nama artisnya yang sudah beberapa tahun ini vakum.

helen1

Kemampuan Helen dalam olah vokal rupanya memang terasah sejak kecil. Mendiang ibunya, Rokayah, pesinden piawai di zaman Taty Saleh, yang mendongkrak jaipongan sampai dikenal senusantara. Di lingkungan itulah talenta Helen terasah. Sempat juga Helen mengikuti berbagai lomba seni suara dan menjalani karir sebagai penyanyi café dan event. “Saya juga sempat gabung dengan Méhong Élékésékéng Band yang dipimpin paman saya sendiri," tutur Helen kepada dtn.

helen4

Di lingkungan Sadagori In Art juga Helen menjadi andalan Natanagara sebagai pencipta lagu “Cintailah Cinta” dengan aransemen Ernan Rekyan dalam melantunkan lagu bergenre pop ini. “Sebenarnya Helen juga sempat mengusung genre rock dan menjadi lady rocker,” kata Ambu Tina Rahmat, Komisaris PT. Kusumawiangga, yang membina karir Helen hingga kini. Ambu Tina juga seorang aktivis kebudayaan dan lingkungan hidup bersama Ully Sigar Rusady, Trie Utami dan Paramitha Rusady.

Helen sendiri merasa optimis kembali menerjuni dunia tarik suara ini. “Benar, sekarang ini memeng ada kondisi penyebaran pandemik. Makanya saya akan memanfaatkan media dengan platform digital untuk bisa turut menyemarakkan blantika musik Indonesia,” pungkas Helen. (DTN/ar).-

Add a comment

Trie Utami & Irianti Erningpraja Tak Hanyut oleh Pandemi Covid-19, Lahirkan Musik Anuhyang yang Sarat EEDM …

TriUtami

destinasiaNews- Apa itu Anuhyang? Dipastikan, itu pertanyaan yang terbersit di antara kita, apalagi bagi yang telah mengenal musisi Trie Utami dan Irianti Erningpraja. Rupanya, kompak dua seniman kondang ini, tak mau hanyut oleh arus kuat yang membuat dunia gonjang-ganjing dari Pandemi Covid-19, malah pada akhir Juni 2020 melahirkan: Konsep tentang berbagi aktivitas melalui musik, seni budaya, buku, bincang-bincang, meditasi dan konsumsi produk alami berbasis tradisi.

“Tujuannya, untuk membantu meningkatkan kesehatan pikiran, mental dan spiritual publik,” kata mereka berdua dengan penuh keyakinan. 

Uniknya, di tengah situasi wabah Covid-19 yang bisa bikin gamang semua kalangan, lahirlah group kreasi secara melekat luar – dalam, di antaranya dalam karya bernama Anuhyang. Dalam karya musik ini, Anti (Irianti) dan Iie (Trie) yang dikenal luas sebagai seniman dan pencipta lagu, mengajak Pra Budidharma (komposer dan bassist Krakatau Band) dan Uki Baz yang bertindak sebagai programmer musik elektronik sekaligus komposer.

Lalu dari tangan mereka berempat, lahirlah lagu-lagu Anuhyang. Komposisi yang sarat, dan sangat kaya dengan bunyian etnik dari seluruh pelosok Indonesia, antara lain dari : Toraja, Batak, Minang, Sunda, Bali, Flores dan lain-lain.

EEDM & Hade Hate

Format musik ini mereka sebut secara khas EEDM (Ethnic Electronic Dance Music), ini adalah ciri khas musik Anuhyang. Setiap lagu dilapisi oleh frekuensi nada solfegio (solfeggio-tones frequency) yang membuat lagu-lagu ini dapat difungsikan sebagai penyelaras emosi melalui gerakan meditasi yang dinamis.

Pra Budidharma dan Uki Baz sebagai komposer dan programer musik elektronik, menyediakan ruang yang sangat luas kepada Irianti dan Trie. Ada lagu yang melodinya diciptakan oleh Irianti yang sekaligus menulis liriknya.

Ada pula yang berupa kolaborasi berdua, melodi diciptakan Trie dan Irianti menulis liriknya dalam bahasa Inggris. “Silahkan, segera dinikmati,” sela Trie dengan sumringah seperti biasanya.

Single pertama Anuhyang yang dirilis pada Juni 2020 adalah lagu berjudul Hade Hate (hati yang baik, bahasa Sunda), merupakan komposisi berbasis tradisi musik Batak yang rancak dengan pukulan Taganing dan tiupan Sarunai.

Dengan Trie Utami menuliskan lirik berbahasa Sunda di atas pola melodi berciri Sumatera Utara. Single Hade Hate ini bisa didownload melalui toko online digital bandcamp.

Masih kata Trie, lagu-lagu Anuhyang lainnya sudah dalam tahap finalisasi. Menurutnya, album lengkapnya akan dirilis dalam beberapa bulan ke depan.

“Semoga kelak karya kreatif ini akan memicu, membangkitkan semangat para musisi Indonesia lain, untuk tetap bersemangat, tetap beraktivitas. Selalu menawarkan kesegaran dan enerji positif, walau dalam situasi pandemi begini,” pungkas Trie sambil berharap, Anuhyang – “Memperoleh sambutan baik dari para penggemar musik Indonesia.” (TU/HS/HRS/dtn) 

Add a comment

Help Is On The Way, Docs Film Besutan Ismail Fahmi Lubis: Mari, Hayati dan Bangun Solidaritas Buruh Migran !

MI1

destinasiaNews -  Ini sebuah film dokumenter karya Ismail Fahmi Lubis, isinya mengekspos sistem perekrutan, training, dan penempatan kerja yang marak korupsi dan diskriminasi, yang harus dilalui setiap buruh migran Indonesia untuk meraih mimpi, keluar dari kemiskinan - menjadi pekerja domestik di luar negeri !

Intinya, film ini tak menggurui melainkan mengundang penonton menghayati kedalaman hidup kaum perempuan muda Indramayu. Tampaknya, kaum perempuan ini hanya punya satu solusi dalam memperbaiki tingkat perekonomiannya - menjadi pekerja migran!

Cerita film tersebut menjadi tilikan pada konferensi pers yang bertajuk Pekerja Rumah Tangga (Domestik dan Internasional), di gelar melalui webinar zoom, Jumat, 12/6/2020.

Webinar yang dipandu oleh Amelia, menghadirkan narasumber diantaranya : Eva Trisiana, Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri; Ismail Fahmi Lubis, Sutradara Docs Film Help ls On The Way; Sasha Sunu, VP Marketing GoPlay; Tari Sasha; Anis Hidayah, Migrant CARE; Imam Subali, Garda dan lainnya.

MI2

Help ls On The Way tayang perdana di GoPlay, platform video-ondemand bersama Gojek pada 11 Mei 2020,  ini terjadi setelah meraih penghargaan Piala Citra untuk kategori film dokumenter panjang terbaik di bulan Desember 2019. Selanjutnya pada 7 Mei 2020, Help ls On The Way juga tayang di televisi publik Taiwan pada tahun 2021. Film berdurasi 90 menit 37 detik ini pun akan tayang di Al Jazeera Documentary Channel untuk negara-negara Arab.

Kita tahu, bahwa ada 3,4 juta warga negara lndonesia yang bekerja di luar negeri sebagai pekerja domestik. Bekerja di luar negeri adalah salah satu impian jutaan warga Indonesia, demi memperbaiki keadaan ekonomi. Namun, kompleksitas sistem perekrutan, training, serta penempatan kerja yang tidak transparan, ditambah perbedaan budaya, lalu penempatan posisi pekerja migran, semua serba rentan. Tambahan lagi pandemi Covid -19,  menjadikan posisi pekerja migran semakin rentan. LSM yang bergerak di perlindungan buruh migran lndonesia Migrant Care, memprediksi 38.000 buruh migran Indonesia akan dipulangkan dan kehilangan pekerjaan. Film ini mengajak masyarakat untuk membangun solidaritas bersama buruh migran, dengan segala tantangannya.  

Perjalanan Help ls On The Way dimulai dari kisah Sukma dan Muji, mereka ikut pada program pelatihan di Badan Latihan Tenaga Kerja-Luar Negeri (BLK-LN) di Indramayu, Jawa Barat.  Lembaga ini mempersiapkan para perempuan untuk bekerja di luar negeri sebagai pekerja rumah tangga. Setiap tahun, ratusan perempuan seperti Sukma, Merl, Muli dan Tari direkrut oleh agen lokal. Para perempuan ini rata-rata berasal dari pedesaan yang bercita-cita bekerja di Taiwan, Hong Kong, dan Singapura. Di BLK-LN ini mereka belajar ilmu Bahasa, dan cara merawat lansia, serta menikuti persiapan lainnya.

MI3

Help Is On The Way pun membawa penonton ke Taiwan, secara langsung mengamati kehidupan sehari-han Muji dan Tari. Muji bekerja di rumah majikannya, mengurus seorang lansia yang menderita dementia. Dengan sabar dan telaten ia merawat nenek yang menjadi tanggung jawabnya. Sedangkan Tari berhasil melanjutkan kuliah di Taiwan sambil bekerja di rumah sakit sebagai perawat prfofesional yang memiliki jam kerja tetap, serta waktu luang yang bisa ia gunakan untuk menekuni hobinya menulis.

Help Is On The Way diproduksi disutradarai oleh Ismail Fahmi Lubis, sebelumnya ia telah merilis film Tarling Is Darling, yang juga meraih nominasi film'dokumenter terbaik FFI 2017, yang juga berkompetisi di Busan international Film Festival.  Rasanya, film dokumenter yang didukung Bekraf melalui program Docs By The Sea dan Docs By The Sea Incubator, sangatlah layak ditonton dan dihayati maknanya. Ternyata, menjadi buruh migran yang biasa dilabeli sebagai pahlawan devisa negara itu tak gampang, alias penuh tantangan, apalagi demi membangun solidaritas ! (HS/HRS/dtn)

Add a comment

Kopi Kelenteng & 'Nyoba Suara Vol 9', Jelang Tutup 2019 - Hadirkan D'Cinnamons Dkk

IMG 20191207 WA0008destinasiaNews -- Lagi, aneka musisi indie yang digelar rutin setiap bulan di Cafe Kopi Kelenteng Jl. kelenteng No. 26 Bandung, memanggungkan 'Nyoba Suara Vol.9'.

Katanya, ini edisi akhir tahun 2019, kali ini memunculkan sejumlah musisi muda maupun senior, di antaranya D'Cinnamons, Modjodjuana (duo) dan Rasakarsa (duo) dari kota Bandung. Program musik ini akan diadakan pada tanggal 14 Desember 2019 mulai pukul 20:00 WIB di Kopi Kelenteng, Jalan Kelenteng No.26 Bandung.

Yang memulai itu penampilan band D'Cinnamons yang tahun ini telah merilis single barunya "Berlayar Lagi", dilanjut oleh Modjodjuana yang sudah merilis beberapa single nya, dan diakhiri oleh Rasakarsa yang akan melaunch single nya di bulan Januari 2020, nanti.

Melalui program Nyoba Suara ini, diharapkan Kopi Kelenteng dapat menjadi salah satu simpul berkumpulnya para pelaku musik beserta ekosistemnya khususnya di Kota Bandung.

Kiranya para sahabat komunitas dapat berkenan hadir di acara ini sembari menikmati musik, menyeruput kopi serta mencicipi menu hidangan yang asik di Kopi Kelenteng. First drink and snack charge hanya 40 ribu rupiah saja di Nyoba Suara Vol.9. See you!! - Nah, begitu katanyah ... (sf/hs/dtn)

Add a comment

Australia Connect Persembahkan “Dan Sultan – Live and in Concert” di Pulau Jawa

Dan SultandestinasiaNews - Lagi, musisi Australia pemegang penghargaan, Dan Sultan, akan mempersembahkan beberapa pertunjukan terbaiknya di Indonesia. Rencananya, ia akan tampil di tiga kota di pulau Jawa. Konser apiknya tampil di Yogyakarta (2-3/12/2019), Jakarta (4-5/12/2019), dan Bandung (6-7/12/2019). Dan Sultan penyanyi serta penulis lagu ini akan membawakan atraksi istimewa kepada masyarakat Indonesia untuk pertama kalinya. “Dan Sultan adalah salah satu Penduduk Asli Australia dengan bakat terbaik, dan kami bangga memperkenalkan keunikan musiknya ke Indonesia,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan.

 

Dan Sultan akan berkunjung ke Indonesia sebagai bagian dari program Kedutaan Besar Australia, Australia Connect, program yang memperdalam koneksi budaya antara Australia dan Indonesia, menyorot kekayaan sejarah Penduduk Asli Australia, serta Australia sebagai negara yang beragam dan multikultural. “Australia Connect adalah tentang masyarakat Australia dan Indonesia yang saling memahami satu sama lain dengan lebih baik, dan tiada cara yang lebih bagus untuk menerapkannya selain melalui sebuah sarana yang mampu menyatukan kita semua melintasi batas, ragam budaya dan bahasa – yakni musik.” kata Duta Besar Quinlan.

 

Dan Sultan, yang telah memenangkan empat penghargaan bergengsi di Australian Recording Industry Association, termasuk penghargaan yang baru diraihnya minggu kemarin, akan tampil bersama musisi dalam negeri, yaitu: Pamungkas, Coldiac, dan Gie. Sebagai bagian dari kunjungannya, Dan Sultan juga akan mengadakan lokakarya tentang menulis lagu dan komposisinya kepada para musisi dan pelajar musik di masing-masing kota.

 

“Saya sangat senang mengunjungi Indonesia untuk pertama kalinya dan mempelajari sejarah budayanya yang kaya, serta perkembangan musiknya dengan bakat-bakat luar biasa.” Kata Dan Sultan.

 

“Musik adalah cara yang kuat untuk berkoneksi, dan bercerita melalui musik adalah cara bagi kita memahami satu sama lain dengan lebih baik. Saya menantikan kesempatan berbagi beberapa teknik bermusik kepada rekan-rekan musisi.”

 

Tiket untuk Dan Sultan – Live and in Concert di Yogyakarta dan Bandung masih tersedia dalam jumlah yang terbatas. Bisa didapatkan melalui Loket.com dan GoTix.com. Untuk Jakarta, tiket  tersedia di https://dansultanjakarta.eventbrite.com. Jangan lewatkan kesempatan menyaksikan penampilan seniman besar Australia ini. (HRS/rls/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Menteri KLH Paparkan Pembangunan Kota Ramah Lingkungan untuk Kendalikan Perubahan Iklim pada Ministerial Meeting G20

Menteri KLH Paparkan Pembangunan Kota Ramah Lingkungan untuk Kendalikan Perubahan Iklim pada Ministerial Meeting G20

destinasiaNews - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya hadir secara virtual bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral...

Pertumbuhan Harga Properti Australia Melampaui Prediksi Awal

Pertumbuhan Harga Properti Australia Melampaui Prediksi Awal

  Secara Nasional Selama 18 Bulan Terakhir Harga Rumah Tapak 4 – 12% Lebih Tinggi Dibandingkan Prediksi Awal, Sementara Harga...

Gebrakan Selama Masa PPKM : THE 1O1 Flash Sale ! Pay 1 Night, Get 1 Night Free

Gebrakan Selama Masa PPKM :  THE 1O1 Flash Sale ! Pay 1 Night, Get 1 Night Free

destinasiaNews– Hotel THE 1O1 Bogor Suryakancana menghadirkan promo THE 1O1 Flash Sale!! Pay 1 Night, Get 1 Night Free dengan penawaran...

Pemerintah Singapura Kembali Kirim Bantuan Medis Untuk Indonesia

Pemerintah Singapura Kembali Kirim Bantuan Medis Untuk Indonesia

destinasiaNews - Pemerintah Singapura melalui Kedubesnya di Indonesia kembali mengirimkan bantuan medis seberat 40 ton untuk Indonesia dalam hal ini...

Terkait Podcast ‘EKATANYA’, Perupa Umar Sumarta: 3 D, Pesta Demokrasi 2024 dan Seterusnya

Terkait Podcast ‘EKATANYA’, Perupa Umar Sumarta: 3 D, Pesta Demokrasi 2024 dan Seterusnya

destinasiaNews - Rupanya, the ‘true story’ dari tokoh Jawa Barat, Eka Santosa, saat  ini (12/7/2021) di kediamannya di Kawasan Eko...

Pengunjung

07171645
Hari ini
Kemarin
1466
5254