Jadi Bagian dari Solusi, Bukan Bagian dari Masalah #SisiInformasi

masker solusi

Kolom: Adi Raksanagara

DestinasiaNews - Di tahun kedua kala pandemi ini banyak sekali kita temui artikel perkara wabah covid19 baik yang dicari-cari maupun yang nyelonong ke akun medsos kita. Ada yang berupa berita, opini, artikel kolom bahkan sampai dalam bentuk meme. Kita pandang saja ini hal yang bagus, dalam artian rupanya banyak juga ya yang mengetahui adanya wabah ini. Selebihnya kita gunakan common sense dalam menyikapi informasi atau berita yang kita terima.

Begitu pun dewasa ini dimana bandang informasi tengah terjadi. Maraknya informasi itu karena adanya kemudahan media dalam berkomunikasi. Dari gelegak informasi perkara covid19 ini saya malah ingat apa yang tersampaikan di buku Psikologi Komunikasi tulisan Djalaludin Rahmat. Dari buku dengan halaman setebal itu hanya tentang fungsi komunikasi itu saja yang paling saya ingat. Katanya fungsi komunikasi itu to inform, to educate, to entertain dan to influence. Begitu.

memecovid2

Hal ini juga jadi tameng dalam setiap menerima informasi. Penyampai informasi itu tentunya ingin mempengaruhi penerima informasinya. Nah, jangan sampai kita lengah dan kena pengaruh psikologisnya. “Kapsikologian!” Terutama oleh penyampai informasi yang berniat buruk. Tidak hanya itu, dengan memahami fungsi komunikasi itu juga kita bisa memilih dan memilah informasi dengan cepat.

Apabila ada kiriman informasi, sebelum mengiyakan atau menolaknya kita punya dasar pemikiran sederhana. Bagaimana cara memberitahunya? Apakah dengan sok tahu? Apalagi dengan mengandalkan narsum yang tidak akurat. Bukan A1 istilahnya. Apakah informasi itu mendidik kita secara menggurui atau menyemangati keteladanan? Terhiburkah kita? Apakan informasi itu menghibur kita secara vulgar atau dengan gelitik manusiawi yang ngangenin?

Seliweran informasi ini memang sumbernya aneka ragam, ada yang dari media mainstream, media abal-abal bahkan banyak juga yang penulisnya tidak diketahui. Namun dengan modal wawasan ini kita dimudahkan mengapresiasi dan menyikapi informasi yang diterima.

Belum lama ini saya juga menerima beberapa informasi melalui WAG yang saya ikuti. Satu di antaranya terasa ngangenin. Tidak dari satu WAG saja, tulisan ini ada juga di medsos lainnya. Entah siapa penulisnya. Tapi menurut saya message tulisan ini mengena dan asyik membacanya. Selebihnya, silakan saja simak tulisan dengan huruf miring di bawah ini.

“Saya memakai masker ???? di depan umum, berdiri terpisah dua meter dari Anda, dan saya mencuci tangan saya.

Saya ingin Anda tahu bahwa saya menghormati Anda dan bahwa saya bisa saja tanpa gejala dan memberi Anda virus.

Saya bukan hidup dengan ketakutan kepada virus, tapi saya hanya ingin menjadi bagian dari solusi, bukan menjadi masalah.

Saya tidak merasa bahwa "Pemerintah mengatur hidup saya." Saya justru menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan berkontribusi kepada masyarakat.

Dunia tidak hanya berputar di sekitar saya.

Virus ini tidak mengenal agama, suku atau ras saya, warna kulit, usia, status sosial ekonomi atau apa pun.

Mengenakan masker dan berdiri terpisah dua meter tidak membuat saya paranoid, lemah, takut, bodoh, atau bahkan "dikendalikan" orang lain. Hal itu justru membuat saya peduli dan respek.

Saya memakai masker untuk melindungi Anda. Anda pun memakai masker untuk melindungi saya.

Sekali lagi..

KARENA SAYA HANYA INGIN MENJADI BAGIAN DARI SOLUSI, DAN BUKAN MENJADI BAGIAN DARI MASALAH.

#covid19things #stayhealthy #pakaimasker,”

Baiklah, saya ikut sebagai bagian dari solusi dengan mengamalkan 5M dan 3T. Sesederhana itu.

Apabila ada yang mengenali siapa penulisnya, tolong sampaikan salam hormat saya dan izinkan saya mengutipnya. Jika berkenan, silakan tik nama penulisnya di kolom komen. dtn 

 

Add a comment

Kakak Beradik Meraih Medali Emas Internasional di Masa Pandemi

srikandi1

DestinasiaNews - “Usaha tidak pernah mengkhianati hasil selama masih ada kemauan.” Inilah yang dijalani kakak-beradik, Hisnayati Eka Willyansasri (23) dan Romadoniyati Ruhhaidah Welliansyah (19) saat mengikuti 2nd International Virtul Kata Championship 4 April lalu yang diselenggarakan secara virtual oleh Shotokan Karate-Do International European Federation of India (SKIEFI) di Punjab, India. Di bawah naungan perguruan Akademi Seni-Beladiri Karate Indonesia (ASKI) provinsi Jawa Barat, bersama atlet lainnya mereka berlatih secara intensif, terlebih sistem virtual ini merupakan pengalaman pertama dalam mengikuti sebuah turnamen sejak wabah Covid-19 mewabahdunia.

srikandi4

“Saya harus semangat berlatih untuk event internasional ini,” ujar Hisnayati Eka. Meskipun harus bekerja, dia gunakan waktu luangnya untuk berlatih di sela Work From Home (WFH).“Saya harus mempersiapkan fisik, teknik serta menjaga pola makan dan kesehatan,” lanjut karyawan Fakultas Hukum Universitas Pasundan Bandung ini. Hisnayati yang juga alumni Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung (2019), dalam turnamen virtual internasional itu harus menghadapi lawan lawan dari India, Iran dan Maharastra di kelas Female Senior 21-39 Years Old Kata Black Belt.

Begitu juga adiknya, Romadoniyati Ruhhaidah, seorang mahasiswi FKIP Tingkat 2 Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pasundan Bandung. “Saya sangat senang, walau terkadang juga merasa lelah karena harus berbagi waktu antara jadwal perkuliahan online, jadwal menembak dan jadwal latihan persiapan mengikuti turnamen karate kemarin,” tuturnya. Hal paling utama yang harus dipersiapkannya adalah mental, fisik juga kesehatan, mengingat lawan yang harus dihadapinya dari India, Malaysia, Iran, dan Tamilnadu di kelas Female Senior 18-20 Years Old Kata Black Belt.

M. Arry Welliansyah (47), orang tua dan juga pelatih kedua atlet karate itu mengatakan, sebagai seorang pelatih kita harus bisa menyiasati jadwal rutin mereka. Lalu, memberikan motivasi, inspirasi serta kepercayaan penuh kepada seluruh atlet yang akan bertanding menjadi modal utama dalam membimbing langkah dan menggapai impian mereka. “Terlebih dalam hal ini satu sisi saya sebagai pelatih dan satu sisi sebagai orang tua tentunya memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Kita harus pandai-pandaimemposisikan diri di antara mereka,” lanjut ASN Kota Bandung yang juga berhasil meraih Medali Perak di turnamen yang sama di kelas Male Veteran 46-50 Years Old Kata Black Belt setelah berhadapan dengan lawan dari Nepal, Swedia, Malaysia, dan Philipina.  

“Semua prestasi yang telah diraih selalu atas rido dan kehendak Tuhan. Sepatutnya harus kita syukuri,” kata Arry. Selain itu, ada nilai pembelajaran yang dapat kita sampaikan kepada mereka mengenai Cinta Tanah Air dan Bela Negara melalui keikutsertaan mereka dalam turnamen ini. Memang, harus ada pengorbanan, ketekunan, kekompakan, serta Nilai Juang yang harus dikobarkan untuk mengharumkan nama bangsa kita sesuai usia mereka saat ini “Semoga prestasi ini menjadi inspirasi, motivasi dan cerita untuk diri mereka, teman-teman, dan anak cucu mereka kelak sebagai langkah kaderisasi mengharumkan nama bangsa, khususnya melalui cabang olahraga karate Indonesia,” imbuhKak Welli, sapaan akrabnya di tempat latihan. (dojo) yang juga Pembina Pramuka danDrumband kota Bandung.

srikandi3

Kedua srikandi putri dari pasangan M. Arry Welliansyah dan Yunitasari ini sangat bersyukur dapat meraih Medali Emas seta turut mengharumkan nama Indonesia dan juga nama perguruan Karate mereka, ASKI di tingkat dunia. Kedepannyamereka akan tetap berusaha agar bisa terus mengharumkan nama Indonesia dan membuktikan bahwa kita memiliki atlet-atlet Karate yang andal. dtn/ar.-

srikandi2

Add a comment

Micko Juhara, S.Sos, “Jangan Lengah, Jangan Lalai!”

Micko2

DestinasiaNews - Tahun 1971 merupakan titik awal pria kelahiran 5 Mei 1960 di Bandung ini meniti bakatnya di cabang olah raga Karate. Ketertarikannya di cabor ini menuntut pria yang terkenal dengan sosok ramah tamahnya ini, Micko Juhara, S.Sos., terus berlatih dan pada tahun 1975 mengantarkannya ke berbagai turnamen dari tingkat kota sampai tingkat internasional yang turut serta mengharumkan nama Indonesia, di antaranya Tim Bayangan Jawa Barat PON X (1981), Tim Karateka kontingen Indonesia pada Sea Games 1987 di Jakarta, dan Tim Karateka kontingen Indonesia kejuaraan APUKO VII (Asia Pasifik Union of Karate-Do Organization) tahun 1988 di Jakarta.

Micko1

Suami dari Rochayati dan ayah dari lima anak serta kakek yang telah memiliki satu cucu ini terus mendedikasikan dirinya dalam cabor ini dengan mulai meniti karirnya menjadi wasit FORKI Jawa Barat pada tahun 1990 dan mulai dikukuhkan menjadi Wasit PB FORKI pada tahun 2007 sampai sekarang.

Micko (61) yang hobi juga dengan bulu tangkis, sepeda dan musik ini kesehariannya juga berkecimpung dalam berbagai organisasi di masyarakat dan organisasi FORKI sebagai induk cabang olah raga Karate sebagai Humas FORKI provinsi Banten tahun 2007, Binpres FORKI Cimahi tahun 2011, Komisi Wasit Forki Cimahi tahun 2020.

Selain aktif di kepengurusan FORKI, pria yang senang jus buah dan makan bakso, sate serta gule ini juga aktif dalam kepengurusan perguruan yang menaungi karir Karatenya selama ini, seperti Ketua Kei Shin Kan (KSK) kota Cimahi tahun 1990, Ketua Binpres Amura Karate Do Indonesia Jawa Barat tahun 2016, dan Wakil Ketua ASKI Jawa Barat (sebelumnya AMURA, Red.) sampai saat ini.

“Bertandinglah secara sportif. Jangan lengah, jangan lalai untuk tetap latihan dan raih juara di depan matamu. Di lapang pertandingan (Tatami) kawan adalah lawan, di luar Tatami lawan adalah kawan setia mu. Prestasimu adalah prestige perguruanmu,” tambah Micko pemegang DAN V Sabuk Hitam dalam pesannya untuk seluruh atlet Karate di negeri ini. dtn/team.-

          

Add a comment

Pelajar SMPN 12 Bandung Mengukir Prestasi Internasional di Masa Pandemi

smpn12bsg 1

DestinasiaNews - Perjalanan ekstrakurikuler Karate di SMP Negeri 12 Bandung ini walau baru seusia jagung bersama ASKI (Akademi Seni-Beladiri Karate Indonesia) (sebelumnya Amura, red) sudah banyak mengukir berbagai prestasi baik di tingkat daerah maupun nasional. Seiring dengan berkembangnya Covid-19 di negeri ini sejak tahun lalu membuat Pelatih, orang tua, dan anak-anak merasa bingung untuk berlath. Himbauan untuk tetap berlatih di rumah tetap disampaikan walau akhirnya kurang maksimal dalam pengawasan latihan mereka.

Namun, sesuai dengan adanya kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran wabah virus melalui Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) membuat para atlet di Dojo ini semangat berlatih kembali. Terlebih setelah mereka mengetahui bahwa tempat latihannya untuk sementara dialihkan di lapangan Sukasari sesuai dengan petunjuk pemerintah yakni latihan dapat dilakukan di lapangan terbuka dengan tetap memperhatikan prosedur kesehatan.

dutha1

Salah seorang atlet dari Dojo SMP Negeri 12 Bandung, Dutha Chandra Mahardhika, siswa kelas 7-I, yang berhasil meraih Juara 2 kategori Boys Children 12 Years Old Kata Colour Belt dalam 2nd International Virtual Kata Championship 2021 dan bercita-cita menjadi seorang dokter ini mengatakan, hal yang perlu dipersiapkan dalam turnamen tersebut mengingat lawan dari negara-negara lain adalah lebih giat berlatih lagi dan pantang menyerah. Putra bungsu dari 3 bersaudra dari ayah Mayor Inf. Rubiyanta yang bekerja di SECAPA AD Bandung dan ibu Eni Triwahyuningsih, SAP yang bekerja di LIPI Bandung ini sejak kelas 3 Sekolah Dasar memang sudah menyukai cabang olahraga karate. “ Ini juga yang menambah semangat untuk jadi juara kemarin,” tutur Dutha.

“Sebagai seorang pelatih di dojo ini, kita harus mengarahkan dan mengantarkan apa yang menjadi keinginan atlet sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” kata M. A. Welliansyah yang akrab disapa Pak Welli ini .Menurut dia, adanya komunikasi yang baik dengan orang tua mereka juga merupakan modal yang harus dimiliki seorang pelatih disamping program-program latihan lainnya. Pak Welli juga berhasil meraih Juara 2 kategori Male Veteran 46-50 years old Kata Black Belt dalam turnamen yang sama. Dia juga salah seorang staf administrasi di SMPN 12 Bandung.

“Sekali lagi keluarga besar SMP Negeri 12 Bandung mendapat kebahagian dimana salah seorang staf tenaga adminstrasi sekolah,Pak mendapatkan prestasi yang tidak tanggung-tanggung,” sambut Agus Deni Syaeful,M.M.Pd., selaku Kepala SMPN 12 Bandung. Menurutnya , Pak Welli merupakan sosok pekerja keras dan disiplin dalam melaksanakan tugas sebagai ASN. Demikian juga di luar kedinasan khususnya dalam membantu SMPN 12 di bidang ekstrakurikuler Karate, Pramuka dan Drumband yang juga banyak mendapatkan penghargan di tingkat regional maupun internasional. “Kami atas nama keluarga besar SMPN 12 Bandung mengucapkan selamat dan sukses atas prestasi yang sudah di raih Pak Welli dan ananda Dutha Chandra Mahardhika,” lanjut Agus Deni.

Kak Welli, panggilan akrab sehari-hari di dojo ini menambahkan bahwa sebagai pelatih juga harus pandai memilih jenis turnamen mana saja yang harus mereka(kohai) ikuti serta waktu yang tepat agar tanggung jawab mereka dalam pelajaran sekolahnya juga tidak terganggu. Ini sangat penting bagi Kohai karena secara tidak langsung kita membantu mengatur jadwal mereka. Tidak ada keterpaksaan, tetap enjoy and have fun saat berlatih. Itulah yang membuat mereka menjadi betah dan sedikit demi sedikit akan muncul jiwa karakter dan loyalitas dalam diri mereka.

“Saya senang sekali karena bisa memenangkan lomba internasional dan dapat membanggakan sekolah, keluarga dan perguruan,”ujar Dutha yang juga aktif di Pramuka di SMPN 12 Bandung menutup bincangan saat ditanya tentang perasaannya turut berpartisipasi mengharumkan nama bangsa.dtn/ar.-

Agus Deni

Kepala SMPN 12 Bandung, Agus Deni Syaeful, M.M.Pd

 

Add a comment

ASKI Jabar Berprestasi Untuk Negeri

ASKI3

DestinasiaNews - Pengaruh penyebaran pandemi virus Covid-19 sangat memberi dampak yang luar biasa dalam roda kegiatan hidup bermasyarakat di seluruh Negara termasuk Indonesia. Semua sektor perdagangan, pendidikan, perindustrian, dan lainnya harus mengalami penurunan yang luar biasa. Setelah setahun lebih negeri kita terkena wabah ini, akhirnya pemerintah mulai memberlakukan Adaptasi Kebiasaaan Baru (AKB) untuk seluruh warganya. Semua kegiatan dapat dilakukan masyarakat seperti biasa dengan ketentuan harus melaksanakan prosedur kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai langkah pencegahan virus mematikan ini.

Di masa-masa pandemi saat ini para atlet cabang olahraga Karate yang bernaung dibawah perguruan Akademi Seni-Beladiri Karate Indonesia (ASKI) Provinsi Jawa Barat kembali membuktikan prestasinya untuk berpartisipasi mengharumkan nama Indonesia dalam 2nd International Virtual Kata Championship 2021 yang diselenggarakan oleh Shotokan Karate-Do International European Federation of India (SKIEFI) pada tanggal 4 April 2021 di Punjab, India secara Online berhasil meraih 2 medali Emas dan 4 (empat) medali Perak dari tujuh kelas pertandingan yang diikuti, diantaranya ;

Robby Adhi Nugroho Boys Children 12 years old Kata Colour Belt; Dutha Chandra Mahardhika Boys Children 12 years old Kata ColourBeltSilver; Muhammad Farhna Aziz Boys Cadet 14-15 years old Kata Colour BeltSilver; Maulana Al Afghoni Boys Junior 16-17 years old Kata Colour BeltSilver; M Arry Welliansyah Male Veteran 46-50 years old Kata Black BeltSilver; Romadoniyati Ruhhaidah W Female Senior 18-20 years old Kata Black BeltGolddan Hisnayati Eka Willyansari Female Senior 21-39 years old Kata Black BeltGold.

Para atlet ini tetap maksimal dalam berlatih kapanpun dan dimanapun mereka berada mengingat adanya batasan-batasan saat harus latihan bersama. Tekad kebersamaan yang kuat untuk dapat memberikan yang terbaik untuk bangsa, perguruan, keluarga, dan dojo menjadi modal utama mereka mengikuti turnamen tersebut.

“Adapun yang saya persiapkan yaitu mental saya karena turnamen ini diikuti oleh berbagai negara dan ratusan orang, selain itu menekuni Kata yang akan saya pertandingkan’, tutur M. Farhan Aziz yang saat ini masih duduk di Kelas X, jurusan MIPA di SMA Pasundan 8 Bandung dan bercita-cita menjadi tentara atau pengusaha saat ditanya tentang persiapannya menghadapi turnamen ini.

ASKI1

Sehubungan dengan kejuaraan ini, Micko Juhara, S.Sos., selaku Manager Team (5th DAN Blackbelt) berharap bahwa setelah mendapatkan prestasi yang telah diraih ini para atlit jangan puas sampai di sini karena berikutnya masih ada kejuaraan yang lebih baik. Pertahankan prestasi demi prestige seorang atlit sejati untuk perguruan khususnya dan negara pada umumnya.

“Sebagai orang tua, kami hanya memberikan support untuk anak-anak kami di Karate. Walaupun kondisi pandemi namun tetap protokol kesehan dilaksanakan sehingga salah satu pembentukan imun tubuh itu meningkat dengan olahraga yang teratur,” jelas Rubianta, orang tua Dutha Chandra.

“Alhamdulillah senang bisa ikut mengharumkan nama bangsa Indonesia”, jawab Maulana Al Afghoni, yang saat ini masih pelajar Kelas XI, jurusan Tekhnik Permesinan di SMK Negeri 2 Bandung.

ASKI2

Menurut M. A. Welliansyah, semua prestasi yang telah diraih selalu ada campur tangan dari Yang Maha Kuasa. Harus selalu kita syukuri. Selain itu, ada nilai pembelajaran yang dapat kita sampaikan kepada mereka (Kohai) mengenai Cinta Tanah Air dan Bela Negara dengan keikutsertaan mereka dalam turnamen ini. Harus adanya pengorbanan, keseriusan dan ketekunan berlatih, kebersamaan, serta nilai-nilai juang yang dikobarkan untuk mengharumkan nama bangsa kita sesuai dengan usia mereka saat ini. Dan sudah tentu semuanya tidak bisa diraih hanya dengan duduk santai dan memegang gadget belaka. “Semoga prestasi saat ini menjadi motivasi dan cerita untuk diri mereka, teman-teman, dan anak cucu mereka nantinya sebagai langkah kaderisasi cabang olah raga Karate Indonesia yang kita banggakan”, ujardia selaku pelatih dojo para kohai dan berhasil menyabet Perak kelas Male Veteran 46-50 years old Kata Black Beltitu. dtn/ar.-

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Menteri KLH Paparkan Pembangunan Kota Ramah Lingkungan untuk Kendalikan Perubahan Iklim pada Ministerial Meeting G20

Menteri KLH Paparkan Pembangunan Kota Ramah Lingkungan untuk Kendalikan Perubahan Iklim pada Ministerial Meeting G20

destinasiaNews - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya hadir secara virtual bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral...

Pertumbuhan Harga Properti Australia Melampaui Prediksi Awal

Pertumbuhan Harga Properti Australia Melampaui Prediksi Awal

  Secara Nasional Selama 18 Bulan Terakhir Harga Rumah Tapak 4 – 12% Lebih Tinggi Dibandingkan Prediksi Awal, Sementara Harga...

Gebrakan Selama Masa PPKM : THE 1O1 Flash Sale ! Pay 1 Night, Get 1 Night Free

Gebrakan Selama Masa PPKM :  THE 1O1 Flash Sale ! Pay 1 Night, Get 1 Night Free

destinasiaNews– Hotel THE 1O1 Bogor Suryakancana menghadirkan promo THE 1O1 Flash Sale!! Pay 1 Night, Get 1 Night Free dengan penawaran...

Pemerintah Singapura Kembali Kirim Bantuan Medis Untuk Indonesia

Pemerintah Singapura Kembali Kirim Bantuan Medis Untuk Indonesia

destinasiaNews - Pemerintah Singapura melalui Kedubesnya di Indonesia kembali mengirimkan bantuan medis seberat 40 ton untuk Indonesia dalam hal ini...

Terkait Podcast ‘EKATANYA’, Perupa Umar Sumarta: 3 D, Pesta Demokrasi 2024 dan Seterusnya

Terkait Podcast ‘EKATANYA’, Perupa Umar Sumarta: 3 D, Pesta Demokrasi 2024 dan Seterusnya

destinasiaNews - Rupanya, the ‘true story’ dari tokoh Jawa Barat, Eka Santosa, saat  ini (12/7/2021) di kediamannya di Kawasan Eko...

Pengunjung

07171961
Hari ini
Kemarin
1782
5254